coretan kecil Emma

Yaa sekedar coretan. Coretan sekedarnya saja.

Piknik ke Kota Tua Jakarta

5 Comments

Kebingungan menghabiskan waktu luang di akhir pekan? Mari kita jalan-jalan! Bagi mereka yang menggemari wisata budaya yang murah meriah mungkin Kota Tua Jakarta bisa menjadi salah satu alternatif. Selain bisa melepas penat dari rutinitas sehari-hari, itung-itung kita juga bisa menambah wawasan tentang sejarah kota Jakarta (Batavia) di masa lalu. Lokasinya mudah dijangkau. Dengan bus TransJakarta anda bisa langsung menuju halte terakhir Stasiun Kota. Dari situ tinggal jalan kaki saja. Di Kota Tua kita bisa mengunjungi beberapa museum, seperti Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, dan tentunya Museum Fatahillah. Kita juga bisa sekedar bercengkrama dengan kawan atau keluarga di lapangan depan Museum Fatahillah sambil mencicipi jajanan tradisional Betawi, atau kalau mau tempat yang nyaman, ada Batavia Cafe tak jauh dari lokasi.


Saya baru mengunjungi beberapa museum di lokasi Kota Tua selama setahun ini di Jakarta, yaitu Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) dan Museum Wayang. Jadi…sementara kita kemon kesitu dulu yaa…yang lain menyusul.πŸ˜€






MUSEUM BANK MANDIRI
Berdiri tanggal 2 Oktober 1998. Awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor, yang nantinya menjadi Bank Ekspor Impor (Bank Exim) tahun 1968.


Koleksi Museum Bank Mandiri tentu saja berhubungan dengan perlengkapan operasional bank jaman dulu, misalnya surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain. Yang menarik perhatian saya di museum ini adalah interior kaca patri atau stained glass yang ada di depan tangga utama menuju lantai dua. Ada lambang NHM di kaca patrinya, warna-warnanya bagus. Ini menjadi ciri khas Museum Bank Mandiri.

MUSEUM WAYANG
Arsitekturnya sedikit berbeda dari museum2 lain di sekitar Kota Tua. Bagian atapnya sedikit meruncing tinggi, berbeda dengan museum lain yang umumnya datar. Ternyata bangunannya dulu digunakan sebagai gereja, sempat hancur karena gempa bumi dan baru resmi dijadikan museum pada 13 Agustus 1975.


Koleksi Museum Wayang tentunya yaa wayang, baik itu wayang kulit, wayang kayu, atau wayang bahan lain. Wayang-wayang di museum ini tidak hanya berasal dari seluruh nusantara tapi juga dari luar negeri lho, seperti dari Eropa, Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia. Di Museum Wayang kita juga bisa menonton video 3D tentang tokoh-tokoh pewayangan Jawa, gratis! Tapi sayangnya fasilitas kacamata 3D nya belum ada sampai kunjungan terakhir saya April kemarin.πŸ˜€

MUSEUM BANK INDONESIA
Diantara semua museum yang saya kunjungi, Museum Bank Indonesia (MBI) adalah yang paling keren! Luas, bersih, estetis, dan lebih terkesan modern. MBI menempati area bekas peninggalan De Javasche Bank yang dibangun tahun 1828, tentu saja sekarang sudah banyak direnovasi. Apa yang bisa kita pelajari dari MBI? Adalah sejarah bangsa Indonesia hingga terbentuknya Bank Indonesia tahun 1953, terutama terkait bidang ekonomi dan perbankan. Serunya lagi adalah setiap pengunjung akan diajak sedikit bermain teka-teki tentang sejarah Indonesia dengan menjawab kuis yang jawabannya bisa ditemukan di seluruh penjuru museum. Jika tidak semua pertanyaan terjawab dengan benar (yang akan di cek ulang oleh petugas di akhir kunjungan), maka pengunjung harus berkeliling ulang untuk menemukan jawaban yang benar. Saya sampai bertanya pada adik-adik SMP yang kebetulan heboh juga mencari jawaban kuis itu. Jalan-jalan, sambil mengingat sejarah bangsa, sambil kenalan sama brondong-brondong. Seru kan?!πŸ˜€




Fasilitas yang dimiliki MBI juga lengkap dan terkelola dengan sangat baik. Dilengkapi dengan fasilitas multimedia berteknologi modern, display elektronik, panel-panel statis, patung-patung diorama yang mirip sekali dengan figur aslinya, dan audio video yang mendukung, pengunjung tidak akan merasa cepat bosan di museum ini. Satu lagi, MBI punya koleksi mata uang numismatik yang banyak dar dalam dan luar negeri. Semua tersimpan dengan sangat baik didalam lemari geser setinggi tinggi badan saya (yang cuma 1.5 meter, hehe). Setiap display numismatik dilengkapi dengan kaca pembesar yang memungkinkan kita mengamati detil yang ada di setiap mata uang.









Saya beruntung bisa menjawab kuis dengan benar satu kali jalan. Tapi kalaupun jawaban saya ada yang salah, saya ngga akan keberatan berkeliling lagi mencari jawaban. Menyenangkan!πŸ˜€

Author: truebluemma

saya bukan siapa-siapa...cuma orang biasa...

5 thoughts on “Piknik ke Kota Tua Jakarta

  1. ikuuuuuuuuuut…mupeeeenggg jalan-jalaaaan…hoho…
    tukeran link yak ma http://ureechan.wordpress.com/ heheπŸ™‚ nuhunπŸ™‚

    • Ayoo…kapan kita jalan2 bareng nih? pas pulang kampung aja kucing2an..hehehe.
      Saya link juga ya kakak… ^^

  2. aq g pny link hiks..

    salam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s