Lagi-lagi Sumatra diguncang gempa…

Oktober 2, 2009 at 7:20 am (one for all)

Masih lekat dalam ingatan kita tentunya,gempa yang mengguncang Jogjakarta tahun 2006  lalu. Kini indonesia kembali diguncang gempa berkekuatan 7,6 SRyang terjadi di pulau Sumatra. Pusat gempa terjadi di Pariaman, Padang, Sumatera Barat. Namun, getaran yang diakibatkan gempa ini juga tera di beberapa kota di Pulau Sumatra seperti Aceh, Riau, Medan, bahkan kabarnya terasa sampai Singapura.

Kepanikan warga dan trauma akan terjadinya tsunami seperti yang terjadi di Acehmembuat warga panik mengungsi ke daerah2 yang lebih tinggi, meski dipastikan tsunami tidak akan terjadi. Ribuanrumah hancur dan ribuan korban berjatuhan akibat gempa yang diperkirakan lebih besar daripada gempa Jogja maupun Bengkulu beberapa waktu lalu. Proses evakuasi korban mengalami kendala akibat akses yang terputus dan padamnya listrik di lokasi. Pemerintah setempat membuat rumah sakit terapung untuk emnunjang RS M. Jamil yang penuh dengan pasien korban gempa.

Belajar dari pengalaman bencana alam yang pernah terjadi, saya hanya berharap agar pemerintah lebih cepat bertindak dalam proses evakuasi korban maupun proses recovery pasca gempa.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

CheRits Natsu 09: kimi ga otona ni natte kono natsu ni…

Oktober 1, 2009 at 2:57 pm (one for all)

hehee…mellow sekali judulnya (bagi yang tau artinya)

IMG_0787

Seperti biasanya pada bulan2 Agustus-september, jogja seolah tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan mancanegara, baik yang ingin berlibur ataupun yang melakukan aktifitas lainnya.
Tepat setelah kepulangan tim Sayaendou dr Hiroshima, tgl 22 Agustus- 2 September jogja kembali dikunjungi mahasiswa2 Jepang yang akan berkegiatan di Jogja.

mendengarkan pak Kawasaki

mendengarkan pak Kawasaki

Dengan 18 personelnya, teman2 CheRits dari Ritsumeikan University, Kyoto kali ini menyiapkan 3 program kegiatan yang akan dilaksanakan di dusun Kalakijo, Bantul, Jogjakarta. tiga program itu adalah program pendidikan, lingkungan dan survey. Personel yang datang kali ini masih diketuai oleh Asumi Koga yang pada bulan Maret lalu juga menjadi ketua pada kegiatan yang sama.

Dalam program pendidikan, dengan penanggungjawab Eri Imai, mereka memperkenalkan apa yang disebut Jugyou kenkyuu kepada guru2 SD Muhammadiyah Kalakijo. Jugyou kenkyuu adalah sebuah metode evaluasi mengajar dimana seorang guru yang mengajar disaksikan oleh guru2 lainnya yang akan memberikan penilaian pada kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan. Dari penilaian tersebut didiskusikan lagi bagaimana cara mambuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik.

Program lingkungan,dengan penanggungjawab Akihiro Sawada, mengusung tema pembuangan sampah. Di sini diperkenalkan kepada warga Kalakijo tentang bagaimana manajemen pembuangan sampah yang ada di Jepang. Selain itu, mereka juga mengajarkan cara membuat kompos dari limbah rumah tangga. Sedangkan program survey, dengan penanggung jawab shuji Asada, dilaksanakan untuk merumuskan rencana kegiatan pada periode yang akan datang.

Kegiatan CheRits kali ini adalah yang ketiga kali dan yang terakhir kali saya ikuti selama saya menjadi mahasiswa UGM. Selalu ada kesan indah yang berbeda dari setiap kegiatan bersama CheRits. Dan selalu ada pelajaran juga proses pendewasaan yang saya temukan dari sini. Buat para penerus kegiatan ini, baik dari UGM maupun CheRits sendiri, teruslah berusaha membuat kegiatan ini lebih baik dan bermanfaat bagi semua. Ganbatte kudasai.

di Prambanan

di Prambanan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Hiroshima University of Economics-Sayaendou Project 2009

Oktober 1, 2009 at 1:52 pm (one for all)

Kerjasama Hiroshima University of Economics (HUE) dengan Fak. Ekonomika dan Bisnis UGm masih berlanjut. Seperti tahun lalu, tim kerjasama internasional Sayaendou kembali mengadakan kegiatan yang bertujuan mempererat persahabatan Indonesia_Jepang pada umumnya dan HUE-UGM pada khususnya melalui misi-misi pertukaran budaya.

Jika tahunlalu anggota tim Sayaendou yang datang ke Jogjakarta ada 9 orang, Agustus 2009 ini anggota yang datang ada 16 orang. Diketuai oleh Keiji Hashimoto, tim Sayaendou kembali mengadakan kegiatan di bidang pendidikan ke sekolah-sekolah dan bidang ekonomi ke beberapa industri kerrajinan di Jogja dan sekitarnya. Mereka juga mengadakan matsuri atau festival budaya di kampung Cokrokusuman Jogja yang mendapat sambutan sangat baik dari warga sekitar. Sayangnya kegiatan mereka harus berhenti di tengah jalan karena banyak anggota tim yang jatuh sakit.

Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan program2 yang lebih menarik agar dapat kerjasama dan persahabatan baik Ind-Jpg amupun HUE-UGM semakin erat di masa yang akan datang.

bersama LPPM UGM
bersama LPPM UGM
matsuri - super ball sukui
matsuri – super ball sukui
bersama bocah2 cokrokusuman
bersama bocah2 cokrokusuman
mengantri nikujaga
mengantri nikujaga
rehat setelah matsuri. otsukaresama!

rehat setelah matsuri. otsukaresama!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Harukanaru haru~~ (part 2)

Maret 22, 2009 at 11:34 am (one for all)

selalu ada yang lucu ,aneh, mengharukan atau yang so sweet…di setiap kegiatan Cherits. Yah…walopun aku baru ikut dua kali ini sih…kali ini aku ngerasa lebih banyak diam dan memotret tingkah polah temen2 ato makanan yang kita hajar dengan gilanya. Tapi kurang lebih seperti inilah yang terjadi di sela2 kegiatan kita.

Sebelum berangkat ke Kalakijo buat ngerjain hoken Project, sempet2nya kita bikin sesi foto2 di depan hotel, tempat kita ngumpul. udah kayak wartawan ketemu artis gitulah. Posisi motretnya itu lhooo…hihihi.
img_3756

UGM memotret

UGM memotret

CheRits dipotret

CheRits dipotret

Lalu gantian UGM member yang di potret. Dan beginilah hasilnya…

dsc02657
dsc02658
img_3761
img_37601
huhuhu…emang paling jago kalo disuruh begaya…
sampai di Kalakijo juga teuteup…sambil jalan2 kliling kampung, kita potoh2 lagee!

atsui kedo pose shiteta ^^

atsui kedo pose shiteta ^^

jalan-jalan di kalakijo

jalan-jalan di kalakijo

under my umbrella...ella..ella..ella...

under my umbrella...ella..ella..ella..

Ada kebiasaan baru yang dilakukan kali ini…Doyan loncat-loncat! sampe korban satu sepatu rusak gara2 loncat! Bentuknya pas loncat lucu lucu pula,hihihi…Siapa yang loncat paling tinggi??!

huwahh!!

huwahh!!

yosshaa!!! \(^o^)/

yosshaa!!! \(^o^)/

Habis beraktifitas, jalan2, loncat2, de el el, jadi laper deh. Ini dia beberapa makanan yang kita santap kemaren…hummm upload foto makan tu gak bagus,bikin laper…(>.<)

Soto Pak Blo'on Kalakijo

Soto Pak Blo'on Kalakijo

ayam bakar UC Resto

ayam bakar UC Resto

ayam...apa ya namanya?lupa :p di Duta Minang

ayam...apa ya namanya?lupa :p di Duta Minang

Cheripuru Cake (Naoto's Cake)

Cheripuru Cake (Naoto's Cake)

Cheripuru Cake (Imai's Cake)

Cheripuru Cake (Imai's Cake)

Hhuhuhu….sumpahh bikin laper! apalagi Tiramisu punya Imai, mata tabetai na…

nah nah nah…abis makan biasanya ngefeknya ke mata nih. Ngantuk deh. Tidur deh. Ini dia jagoan Pelor(Nempel molor) episode ini. Dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun jagoan2 ini bisa tidur. Hihihi…aku suka bgt ekspresi manusia tidur. So natural, so pure…

img_3691img_3728img_3739Hehehe..ajaib2 mukanya pas bubu…:P Tapi justru yang nyeleneh2 kayak gitu tuh yang bikin seru, geli, dan ngangenin. Selalu ada perpisahan ketika ada pertemuan. Katsudou kali ini seperti biasanya selalu diakhiri dengan Sama-Sama Party. Kali ini untuk kedua kalinya party diadakan di Pringsewu Resto. Seru deh, pake acara kuiz2an segala :D dan groupku menang, nyehehe…(tawa puas penuh kemenangan). Tapi abis heboh2an ujung2nya malah tangis2an. ini yang aku gak suka dari Sama-Sama Party, mengingatkan bahwa harus berpisah ketika sudah merasa dekat. Yahh…walopun masih bisa ketemu dilain kesempatan sih. Semoga semua yang pernah terjadi dan terjalin baik selama ini, persahabatan, persaudaraan, kerjasama, dan cinta (ciehhh…) bisa terus bertahan selamanya. Soredake inottemasu.

 sama CheRits

sama CheRits

sama UGM

sama UGM

img_3737 img_3740 img_3743

img_3676 img_3677 img_36791

semoga sama-sama selamanya yah...\(^o^)/

semoga sama-sama selamanya yah...\(^o^)/

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Harukanaru haru~~

Maret 22, 2009 at 10:06 am (one for all)

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

Whaaa…CheRits datang lagi! Setelah bulan September 2008 lalu, kali ini temen2 dari CheRits Universitas Ritsumeikan Jepang kembali berkunjung ke Jogja. Kegiatan2 mereka masih dilaksanakan Desa Kalakijo dimana mereka dulu membantu renovasi pembangunan SD Muhammadiyah Kalakijo pasca gempa 2006. Kedatangan mereka tiap bulan September dan Maret ini sudah berlangsung sejak tahun 2006 hingga sekarang. Dengan 3 bidang kegiatan andalannya yaitu bidang kesehatan, penanggulangan bencana, dan pendidikan, CheRits memberikan bermacam2 pengetahuan bagi guru dan siswa2 SD Muhammadiyah pada khususnya dan warga Desa Kalakijo pada umumnya.

img_3750

Dibanding pada kegiatan mereka bulan September tahun lalu, personel CheRits yang datang kali ini lebih sedikit, cuma 6 mahasiswa dan 1 dosen yaitu Pak Fujiyama Ichirou. Diketuai oleh mbak Koga Asumi, personel yang datang kali ini adalah mbak Ogasawara Chiaki, mbak Imai Eri, mbak Kuramoto Maho, mas Nohara Koji, dan mas Mutou Naoto. Tiga diantaranya, Chiaki-sama ^^, Imai dan Maho baru kali ini aku ketemu mereka, tapi seneng deh udah bisa deket ma mereka ^^. Tapi yang jelas, biarpun personelnya sedikit, mereka gak kalah semangat dari kegiatan yang lalu. Itu yang aku suka dari mereka, itsumo ganbaru ki ga shita. Daisuki dayo~~n! :\(^o^)/:

hai, cheeze!!

hai, cheeze!!

nandeyane??

nandeyane??

Barengan temen2 dari Sastra Jepang UGM, kita lihat yuk sepak terjang mereka!! Yeaaaahh!!!

Hoken Project (Bidang Kesehatan)>> kita memberikan penyuluhan tentang bahaya penyebaran penyakit menular, misalnya influenza, dan bagaimana cara pencegahannya. Sasarannya adalah siswa-siswi SD Muhammadiyah Kalakijo, jadi penyampaian materi penyuluhan dibuat semenarik mungkin yaitu dengan menggunakan kamishibai (cerita bergambar) yang dibacakan langsung oleh temen2 CheRits. Siswa-siswi SD juga diajak bersama2 menggambar poster pencegahan penyakit menular dan menempelkannya di sekolah dan lingkungan Kalakijo. Selain itu, diadakan juga Kampanye Seminggu Hidup Sehat utnuk membiasakan anak2 mencuci tangan dengan sabun dan berkumur-kumur. Seru banget deh melihat anak2 tertawa mendengarkan cerita, menggambar poster dll. It’s really a nice approach. Kodomo wo moriagatta dake janakute, jugyou no naiyou mo tsutaetashi…^^ (ima no ha atteru?hehee…)

img_3713

img_3712dsc02766dsc02745

Bousai Project (Bidang Penanggulangan Bencana)>> kita memberikan penyuluhan tentang apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Sasarannya masih siswa-siswi SD Muhammadiyah Kalakijo. Anak2 diminta untuk mencocokkan kartu2 bertuliskan cara penyelamatan diri ketika gempa ke dalam 3 kondisi yang mungkin terjadi ketika gempa benar2 terjadi. Selain itu anak2 juga diajak untuk membuat lampu minyak sederhana yang bisa digunakan ketika lampu padam saat gempa terjadi. Simple stuff with great use! Dan anak2 membawa pulang karya mereka ke rumah dengan suka cita, huhuw…^^ (maca cih..?) potonya cuma pas coba2 bikin lampu doank gpp yak ^^ lainnya nyusul…

dsc02643

dsc02644

Hyouka Project (apa ya artinya…mmm…Proyek Evaluasi?mungkin..) >> merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengevaluasi kegiatan CheRits selama tiga tahun ini sekaligus menentukan arah kegiatan selanjutnya. Acaranya berupa diskusi dan dengar pendapat dengan beberapa warga Kalakijo dan guru2 SD Muhammadiyah Kalakijo. Di sini pesertanya boleh mengeluarkan pendapat, uneg-uneg, kesan dan harapan mereka terhadap kegiatan CheRits sejak pasca gempa hingga sekarang. Dan uneg-uneg yang keluar cukup ajaib!! Maa…chikara ni narukoto ga attara, lets fight for the best together!! \(^o^)/ Haiyyah…opo toh…???(@_@)

img_3891

img_3905img_3890

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Te-Collabo

Februari 23, 2009 at 9:41 am (one for all)

Apa sih Te-Collabo itu?Te-Collabo adalah tajuk dari acara peringatan 24 tahun kerjasama Jogja dan Kyouto sebagai Sister Province. Sebenarnya Te-Collabo adalah kependekan dari Technology Collaboration, kolaborasi teknologi di bidang handy craft (note: kata ‘te’ dalam bahasa Jepang berarti ‘tangan’). Ini adalah sebuah acara yang diadakan hasil kerjasama antara pemerintah DIY dan pemerintahan Kyouto Prefektur, Jepang. Acaranya diadakan di Jogja National Museum mulai tanggal 16 Februari lalu. Dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, acara ini cukup banyak di hadiri masyarakat Jogja. Dimeriahkan juga oleh dancer dari sebuah komunitas tari dan teater Jogja (aku lupa namanya), yang menampilkan tarian kontemporer dengan iringan musik campuran berbau Jogja-Jepang (ribet banget bahasanya). Disini ada pameran foto tentang Jogja-Kyouto sebagai Sister Province. Disitu ditampilkan foto2 yang mengungkap keserupaan Jogja dan Kyouto (padahal banyak juga bedanya) dari segi ke tradisionalan sekaligus kemodernannya (eh, salah spell ya?). Selain itu sesuai dengan tajuk acara ini, tentunya pasti ada pameran kerajinan tangan tradisional dong. Pameran kerajinan yang ada kebanyakan (ya..semua sih) menampilkan produk2 tekstil tradisional, baik yang lokal Jogja atau yang telah dikolaborasikan dengan teknologi dan ide2 kerajinan dari Jepang. Diantaranya adalah Raw Silk yang telah dibuat menjadi komono batik. ada juga kain tradisional Jepang yang bermotif batik. Sumpah bagus banget itu kain…beda dari sutra biasa. Katanya sih dibuat dari kepompong ulat sutra liar (gimana nangkepnya yak?lari-larian gitu ya…). Ada juga kain lurik yang ternyata macem2 banget warna, corak, dan filosofinya. Buat aku sih lurik ya…tetep cuman kain bergaris2, hahaha! Mataku rusak kali yak :p

Yang jelas harapan dari diselenggarakannya acara ini ya…pastinya kerjasama yang lebih baik antara Jogja-Kyouto pada khususnya dan Indonesia-Jepang pada umumnya. Waaah jadi ngebayangin acara tahun depan kayak apa yak? Peringatan 25tahun pastinya harus lebih meriah donk…Sono hi made tanoshimi ni shiteimasu. ^_^

pidato pembukaan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X

pidato pembukaan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X

img_3375

img_3396

Raja Jogja dan para penggede di depan spanduk begambar pola kimono bermotif batik

img_34062ikan bandeng jadi2an ini bisa terapung di Kali Code lho! sudah teruji!!

img_3412Nah…yang berikut ini adalah beberapa foto yang ditampilkan di pameran foto Te-Collabo.

Yang ini warungnya Indonesia dan warungnya Jepang.

warung kita

warung kita

img_3413

sama sama main air sih…tapi…

'Padusan', mandi bersama di aliran pembuangan limbah PG Madukismo

'Padusan', mandi bersama di aliran pembuangan limbah PG Madukismo

mereka lagi wudhu yak?

mereka lagi wudhu yak?

Di Jepang maupun di Indonesia ternyata punya acara gotong2 bareng yang serupa lhoh…

'Gunungan' Sekaten, Jogja

'Gunungan' Sekaten, Jogja

'Omikoshi', Jepang. adek2nya kok kuat yak?

'Omikoshi', Jepang. adek2nya kok kuat yak?

Kalo yang berikut ini tampaknya baertema…tradisi diantara modernisasi.

wayang dan animasi

wayang dan animasi

geisha dan artis jaman sekarang

geisha dan artis jaman sekarang

kalo tabrakan menang MerC ato sapinya yak?

kalo tabrakan menang MerC ato sapinya yak?

di jepang masih ada yang mau naik becak???

di jepang masih ada yang mau naik becak???

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kenapa cincin pernikahan harus di jari manis?

Februari 22, 2009 at 8:04 am (one for all)

Coba ikuti langkah berikut, Tuhan benar – benar membuat hal ini menjadi sebuah keajaiban

1. Pertama rentangkan tapak tanganmu, kemudian tempelkan kedua tapak tanganmu.

2. Kedua, Jari tengahmu kamu bentuk seperti pada gambar dibawah ini

jemari

3. Permainan dimulai, Ikuti langkah dibawah ini. Ada 5 jari tapi Cuma satu jari yang tak bisa kemana-mana

4. Cobalah untuk membuka ibu jarimu, hal itu bisa dilakukan, Ibu jari menggambarkan orangtuamu, karena semua manusia bisa aja sakit kemudian meninggal, begitu pula kedua orangtuamu, suatu saat mereka akan meninggalkan kita

5. Tutup kembali ibu jarimu, kemudian angkat jari telunjukmu, tidak sulit bukan?, Jari telunjuk menggambarkan kakak dan adikmu, suatu saat mereka akan berkeluarga pergi meninggalkanmu.

6. Selanjutnya tutup kembali jari telunjukmu, dan cobalah untuk membuka jari kelingkingmu, hal ini dapat kamu lakukan. Jari kelingkingmu menggambarkan anak-anakmu. Cepat atau lambat merekapun akan meninggalkanmu saat mereka sudah mempunyai kehidupan mereka sendiri.

7. Sekarang tutup kembali jari kelingkingmu, dan cobalah untuk membuka jari manismu dimana kita selalu meletakkan cincin pernikahan disitu, kamu akan takjub karena kamu ga bisa mengangkat salah satu dari kedua jari manismu itu. Hal ini karena jari manismu menggambarkan hubungan suami istri, seluruh kehidupanmu akan terus diikuti oleh pasanganmu.

Permalink & Komentar

JCI goes to Village

Januari 22, 2009 at 7:42 am (one for all)

Hari Jumat 16 Januari 2009 kemarin aku diajak salah satu kawan lama ke sebuah acara di dusun tempat dia KKN. Nama dusunnya adalah Tunggularum, Desa Wonokerto, Kec. Turi, Jogjakarta. Sebenernya KKN-nya sih udah selesai bulan Agustus lalu, tapi karna mbak dan mas2 KKN-nya masih cinta dan terbawa sindrom pasca KKN, mereka berinisiatif untuk bikin suatu kegiatan yang mereka rasa bisa bermanfaat bagi warga dusun itu. Woohoo…too twiiit…

img_3201img_3208

Acara apaan sih? Acaranya bertajuk JCI Goes to Village, berupa diskusi terbuka dengan warga (khususnya pemuda pemudi) Tunggularum tentang gimana memanfaatkan peluang bisnis yang bisa digali dari dusun Tunggularum. Oya, JCI (Junior Chamber International) sendiri adalah sebuah organisasi yang beranggotakan para wirausahawan2 dari berbagai bidang yang sudah bertaraf internasional. Tapi yang datang ke acara ini adalah JCI Jogjakarta, yang diwakili oleh mas Guntur Eka Prasetya, SH sebagai pembicara. Mas Guntur ini juga merupakan Sekjen MPI (Masyarakat Pariwisata Indonesia) untuk region DIY. Dan MPI juga tergabung dalam JCI.

img_3197img_3200

Dalam diskusi itu JCI berbagi pengetahuan kepada warga dusun tentang berwirausaha, menemukan potensi2 yang bisa dimanfaatkan, dan mengatasi kendala2 yang biasa dihadapi dalam berwirausaha. Respon warga memang agak kurang, mengingat mereka rata2 masih kurang berpendidikan. Apalagi mereka tinggal di kaki Gunung Merapi dimana kita bisa melihat dengan mata kepala sendiri lelehan lahar panas mengalir ketika Merapi bersendawa. Jadi mungkin mereka agak sedikit malu untuk mengungkapkan pendapatnya. Tapi diskusi terselamatkan oleh pertanyaan dari beberapa tokoh masyarakat Tunggularum yang tampaknya mewakili pendapat para warganya.

Salut buat temen2 KKN Tunggularum. You guys did a good job! Terimakasih juga buat JCI, semoga apa yang sudah disampaikan bisa bermanfaat buat warga Tunggularum. Jangan berhenti keliling desa yaaa!!!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Mother,Okaasan,Ibunda…

Januari 2, 2009 at 5:17 am (one for all)

kurasa bumi ini tak keberatan

jika suatu saat matahari lelah bersinar

maka hangat senyumnya itu yag menggantikan

atau jika Tuhan kehabisan tinta untuk mewarnai bunga-bunga

warna jiwanyalah yan gmelukis dunia

Perempuan cantik itu…

melukiskan keteguhan dalam tiap cobaan

tersenyum dikala tertekan

tertawa meski hati menangis teriris

memaafkan disaat terhina

Perempuan cantik itu…

kuat dalam doa dan harapan

mengasihi meski tak berbalas

dan karenanya setiap mata terpesona…

Dipersembahkan untuk ibunda2 tercantik di seluruh dunia.

dan ibundaku juga. aku cinta mama…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Naik Bis Jogja-Paris

Desember 23, 2008 at 1:27 pm (one for all)

Awal Desember lalu cuaca di Jogja bener2 cuaca peluk guling. Enak banget dipake tidur dan bikin males ngapa2in. Males beranjak dari kasur, males mandi, males keluar cari makan. Bawaannya bengong…ngelamun…trus lama-lama merem deh. Eh satu minggu kemudian cuaca berubah cerah ceria. Tetep bikin males kemana-mana, coz di luar matahari bersinar dengan sangarnya. Dan kalo kita jalan di bawahnya 15 menit aja, itu udah bisa bakar kalori dan bikin kita basah kuyup. Lhah, panas kok malah basah?! Basah keringet maksudnya…

Kupikir minggu ini cuaca Jogja masih akan sumringah cerah ceria kayak kemarin. Jadi aku berencana memenuhi hajatku untuk pergi ke pantai naik bis. Hahaa yup, naik bis. Karna selama ini aku slalu pergi kepantai naek motor bareng temen2. Kayak pas 17 Agustus kemaren, aku pergi ke Parangtritis bareng temen2 KKN-ku. Seru. Dan kali ini aku pengen menempuh jalur bis ke Paris. Lagi. Siapa tau ntar kalo aku suntuk, bisa kabur sendiri ke pantai tanpa harus ngerepotin orang lain. Hehe…

Berangkat jam11.30 dari shelter TransJogja depan Kopma UGM aku menuju terminal Giwangan. cuma 3000 rupiah dapet AC, lumayan…gak terlalu kepanasan. Oiya, aku pergi berdua temen kosku, namanya Asri, tapi aku panggilnya Teh Asri. Masih inget kan? Iya, yang orang Sunda. Yang kemaren pas wisudanya dia jadi korban make-up asal2anku. Inget? Ya, aku ajak dia. Kita sama2 butuh refreshing karena suntuk, walopun dengan masalah yang beda.

Ok. Enough about Asri, kita balik lagi ke perjalanan naik-naik ke puncak gunung. Salah, ke pantai maksudnya. Setelah sampe Terminal Giwangan, kita pindah naik bis kecil Jogja-Parangtritis. Bayar peron bis 200 perak, dan gak lama kita masuk terminal, kita udah diteriakin kenek2 bis Jogja-Paris yang nawarin bisnya. “Ayo ayo mbak! Paris Paris! Bentar lagi langsung berangkat ini mbak, ayo naik aja!”. Ya udahlah, kita pilih bis paling depan yang udah mau berangkat. “Bentar ya mbak, kita nunggu penumpang dulu”, kata keneknya. Yaah…gimana sih, tadi katanya langsung berangkat?! Tapi setelah liat sekeliling aku maklum. Penumpangnya cuma kita berdua bo! Kita nunggu satu menit…dua menit…tiga menit…sampe sepuluh menit gak ada tambahan penumpang. Dan akhirnya bis berangkat dengan hanya mengangkut dua cewek cantik yang sama suntuknya, yang mungkin dipandang seperti ini sama keneknya “mbak’e iki mikir opo to, kok mendung2 gini malah mau pergi ke pantai?”. Yap, cuaca berubah mendung seketika kita naik bis Jogja-Paris. Tapi kita tetep maju tempur. Gapapalah…udah bawa senjata ini…

Setelah bayar 10 ribu, yang semula kupikir gak sampe segitu tarifnya, mataku yang tadinya menikmati pemandangan udah mulai merem melek, meredup, dan akhirnya merem. Pules satu jam setengah. Melek2 udah sampe pool bis Parangtritis. Huwaaah…leganyaaa…sampe juga kahirnya. Hihihi…seneng deh.
Berlari lari telanjang kaki di atas pasir pantai.
Memejamkan mata. Merasai angin. Menengadahi terpaan gerimis lembut di wajah.
Menutup diri dari semua kebisingan yang ada. Sepi. Sendiri. Aku suka.

Paris mendung

Paris mendung

img_2924

img_2929

img_2947

img_2994

img_3027

img_3032

Permalink & Komentar

Next page »