Te-Collabo
Apa sih Te-Collabo itu?Te-Collabo adalah tajuk dari acara peringatan 24 tahun kerjasama Jogja dan Kyouto sebagai Sister Province. Sebenarnya Te-Collabo adalah kependekan dari Technology Collaboration, kolaborasi teknologi di bidang handy craft (note: kata ‘te’ dalam bahasa Jepang berarti ‘tangan’). Ini adalah sebuah acara yang diadakan hasil kerjasama antara pemerintah DIY dan pemerintahan Kyouto Prefektur, Jepang. Acaranya diadakan di Jogja National Museum mulai tanggal 16 Februari lalu. Dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, acara ini cukup banyak di hadiri masyarakat Jogja. Dimeriahkan juga oleh dancer dari sebuah komunitas tari dan teater Jogja (aku lupa namanya), yang menampilkan tarian kontemporer dengan iringan musik campuran berbau Jogja-Jepang (ribet banget bahasanya). Disini ada pameran foto tentang Jogja-Kyouto sebagai Sister Province. Disitu ditampilkan foto2 yang mengungkap keserupaan Jogja dan Kyouto (padahal banyak juga bedanya) dari segi ke tradisionalan sekaligus kemodernannya (eh, salah spell ya?). Selain itu sesuai dengan tajuk acara ini, tentunya pasti ada pameran kerajinan tangan tradisional dong. Pameran kerajinan yang ada kebanyakan (ya..semua sih) menampilkan produk2 tekstil tradisional, baik yang lokal Jogja atau yang telah dikolaborasikan dengan teknologi dan ide2 kerajinan dari Jepang. Diantaranya adalah Raw Silk yang telah dibuat menjadi komono batik. ada juga kain tradisional Jepang yang bermotif batik. Sumpah bagus banget itu kain…beda dari sutra biasa. Katanya sih dibuat dari kepompong ulat sutra liar (gimana nangkepnya yak?lari-larian gitu ya…). Ada juga kain lurik yang ternyata macem2 banget warna, corak, dan filosofinya. Buat aku sih lurik ya…tetep cuman kain bergaris2, hahaha! Mataku rusak kali yak :p
Yang jelas harapan dari diselenggarakannya acara ini ya…pastinya kerjasama yang lebih baik antara Jogja-Kyouto pada khususnya dan Indonesia-Jepang pada umumnya. Waaah jadi ngebayangin acara tahun depan kayak apa yak? Peringatan 25tahun pastinya harus lebih meriah donk…Sono hi made tanoshimi ni shiteimasu. ^_^

pidato pembukaan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X


Raja Jogja dan para penggede di depan spanduk begambar pola kimono bermotif batik
ikan bandeng jadi2an ini bisa terapung di Kali Code lho! sudah teruji!!
Nah…yang berikut ini adalah beberapa foto yang ditampilkan di pameran foto Te-Collabo.
Yang ini warungnya Indonesia dan warungnya Jepang.

warung kita

sama sama main air sih…tapi…

'Padusan', mandi bersama di aliran pembuangan limbah PG Madukismo

mereka lagi wudhu yak?
Di Jepang maupun di Indonesia ternyata punya acara gotong2 bareng yang serupa lhoh…

'Gunungan' Sekaten, Jogja

'Omikoshi', Jepang. adek2nya kok kuat yak?
Kalo yang berikut ini tampaknya baertema…tradisi diantara modernisasi.

wayang dan animasi

geisha dan artis jaman sekarang

kalo tabrakan menang MerC ato sapinya yak?

di jepang masih ada yang mau naik becak???
Kenapa cincin pernikahan harus di jari manis?
Coba ikuti langkah berikut, Tuhan benar – benar membuat hal ini menjadi sebuah keajaiban
1. Pertama rentangkan tapak tanganmu, kemudian tempelkan kedua tapak tanganmu.
2. Kedua, Jari tengahmu kamu bentuk seperti pada gambar dibawah ini


3. Permainan dimulai, Ikuti langkah dibawah ini. Ada 5 jari tapi Cuma satu jari yang tak bisa kemana-mana
4. Cobalah untuk membuka ibu jarimu, hal itu bisa dilakukan, Ibu jari menggambarkan orangtuamu, karena semua manusia bisa aja sakit kemudian meninggal, begitu pula kedua orangtuamu, suatu saat mereka akan meninggalkan kita
5. Tutup kembali ibu jarimu, kemudian angkat jari telunjukmu, tidak sulit bukan?, Jari telunjuk menggambarkan kakak dan adikmu, suatu saat mereka akan berkeluarga pergi meninggalkanmu.
6. Selanjutnya tutup kembali jari telunjukmu, dan cobalah untuk membuka jari kelingkingmu, hal ini dapat kamu lakukan. Jari kelingkingmu menggambarkan anak-anakmu. Cepat atau lambat merekapun akan meninggalkanmu saat mereka sudah mempunyai kehidupan mereka sendiri.
7. Sekarang tutup kembali jari kelingkingmu, dan cobalah untuk membuka jari manismu dimana kita selalu meletakkan cincin pernikahan disitu, kamu akan takjub karena kamu ga bisa mengangkat salah satu dari kedua jari manismu itu. Hal ini karena jari manismu menggambarkan hubungan suami istri, seluruh kehidupanmu akan terus diikuti oleh pasanganmu.
Wow sudah dua digit!!!
Selamat pagi dunia!
Hehehe…pagi ini kampus ramay skali dengan mahasiswa (ya iyyalah…masak ramay dengan manula??) yang sibuk hilir mudik kesana kemari dengan tujuan yang mungkin sama. Ngisi KRS.
Aku pun sama. Untuk kesekian kalinya aku melakukan ritual yaang serupa tiap awal semester. Pergi ke kios fotocopy, ngopy KTM dan bukti pembayaran SPP, ambil blanko KRS (duhh…masih manual yak hari gini?), lalu mengisinya. Pulpenku berhenti sejenak pas sampai di kolom “Semester:___”. Kriikk…kriiikk…kriiikk…dua detik, tiga detik , lima detik berlalu tanpa terjadi apa2. Bengong. Bingung. Mo ngisi pake apa yak?Pake angka kok agak2 malu gimana gitu, mengingat angkanya sudah mencapai dua digit. Pake huruf tapi space-nya gak muat. Akhirnya aku putuskan untuk menulis….” Semester: GENAP “. hahaaa..!!! yap cara yang tepat! Spacenya cukup, dan gak ketahuan sebenernya semesternya udah berapa digit, hehhe…
Apakah kalian yang memiliki jumlah semesterdua digit merasakan hal yang sama??
Lets keep on moving
Beberapa hari ini aku tersadar betapa enaknya bergerak.Hee, maksudnya??Ya bergerak. Beraktifitas. Berkegiatan. Sibuk. Kesana kemari. Merasakan perubahan-perubahan yang membuat kita merasa…Hidup. Hmm…akhir2 ini rasanya aku tidak bergerak. Tidak melakukan aktifitas2 penting yang padahal amat sangat bisa (dan harus) kulakukan. Monoton. Diam. Tidak berubah. Tidak hidup.
Jadi kepikiran gimana perasaan salah satu temanku yang baru datang ke Jogja untuk belajar selama satu tahun kedepan.Di negerinya sana mungkin dia banyak skali beraktifitas. Jadi pengurus ini, jadi ketua itu.Ngurusin anu itu.Tapi pas sampe disini mungkin karna agak terlalu awal dia datang ke Jogja, jadinya bebrapa hari dia bernasib sama denganku, nganggur…Pasatai stress banaget dia.Kuliahnya baru mulai minggu depan. Urusan daftar kuliah beres. urusan Keimigrasian juga…anggep aja beres.Temen maen dikit.Gak tau jalan. Gak bisa naek motor ato mubil. Gak ada kerjaan. Sumpah…gak kebayang itu stressnya kayak apa… Yokunai nee…
Aku juga akhir2 ini jadi ikutan nganggur bersamanya dan beberapa seniorku yang penganggur juga, hehe. Yah…nganggur rame2 lebih baik daripada nganggur sendirian lah…Hayyah!! Its not an excuse to be ‘nganggur’ Emma!! Habis gimana donk…(T_T) Pengen rasanya balik ke masa2 dimana aku masih banyak bergerak.Ketika aku masih ngambil kuliah dengan jumlah maksimal SKS, ketika tiap Rabu dan Jumat harus tonjok2an tendang2an di Dojo Kempo, ketika tiap Senin Rabu Jumat harus berjalan Sagan-Jakal KM5 untuk les Bahasa Inggris, ketika sempat merasakan susahnya jadi guru kursus Bahasa Jepang…ah masa2 itu…menyenangkan sekali rasanya bergerak. Tidak perlu memikirkan apa yang harus kulakukan setelah ini atau mau kemana aku setelah itu. Maka nikmatilah dan teruskanlah masa2 selagi kamu bisa bergerak.
Just flow. Just move. Just Live.





