J.Co Jogja

Juni 30, 2008 at 6:51 am (Nyummy...)

 

Hari Sabtu (21/06) yang lalu buatku adalah hari bengong dan bingung sedunia. Kenapa? Aku bener2 gak atau mau ngapain. Kampus libur. Ngobrol ama penghuni kos, adanya cuma ibukos dan ponakannya kelas 3 SD yang kalo udah cerita bisa bersambung sampe episode 36. Mau nonton film, kasihan Si Iteng (kompi dodol kesayanganku) dari kemaren muter 4 DVD non stop sampe bunyi ngeek…ngeek…ngeek gitu. Yawda…akhirnya aku jalan-jalan ama Popo & Roy (anak kelasku, yang satu doyan makan yang satu doyan jalan). Kita ke Malioboro Mall bli donat di J.Co. J.Co Jogja emang barusan dibuka sih, jadi pas lagi rame-ramenya, apalagi week end! Kita bertiga beli setengah lusin donat (buat bertiga gitu, hehe) isinya donat coklat bertabur choco flakes diatasnya, donat vanilla, trus apalagi ya?Lupa. Namanya panjang-panjang, susah ingetnya!

Lucunya, kan Roy yang ketiban tugas antri beliin donat tuh. Aku ama Popo bagian duduk manis jagain kursi. Nhaa didepan Roy ada sesosok “mbak-mbak” rambut panjang, ber-tank top merah, iket pinggang merah, topi bundar merah, dan sepatu merah yang tingkahnya agak mencurigakan. Tapi betis ama lengannya kok kekar? Mbaknya nglirik2 Roy gitu coba?! Dan setelah mbaknya sampe kasir, ketakutan Roy bener2 terbukti. Mbaknya tadi ngomong ke mas-mas kasir dengan gaya bencong gitu. Owh No! roy dilirik bencong! Hwakakaka…aku ama Popo ngakan abis dari jauhan.

Hihihi. Abis ngetawain bencong yang ternyata ditungguin pacarnya di kursi luar J.Co, kita lahap abizz donat2 tadi. Nyemmm…ummm lembut banget krim vanilanya…Choco flakesnya renyah diantara coklat yang manis…Donatnya juga empuk. Enak. Tapi sayangnya disana gak jual air mineral, buat yang gak ada duit beli minumannya, hehe. Heuhuhu…mau donatnya lagi….0o(>.<)o0

Permalink & Komentar

Sadis-Afgan

Juni 30, 2008 at 6:42 am (Music)

Dedicated to someone who turn my feeling up and down just like a roller coaster. Im fed up with this!

SADIS – AFGAN

Terlalu sadis caramu
Menjadikan diriku
Pelampiasan cintamu
Agar dia kembali padamu
Tanpa peduli sakitnya aku

Tega niannya caramu
Menyingkirkan diriku
Dari percintaan ini
Agar dia kembali padamu
Tanpa peduli sakitnya aku

Semoga Tuhan membalas semua
yang terjadi kepadaku suatu saat nanti
hingga kau sadari sesungguhnya
yang kau punya hanya aku tempatmu kembali
sebagai cintamu…

hanya aku tempatmu kembali…

Semoga Tuhan membalas semua
yang terjadi kepadaku suatu saat nanti
hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku tempatmu kembali…

hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku ohh…
sebagai cintamu…

Permalink 1 Komentar

Jogja Art Fair

Juni 30, 2008 at 6:33 am (Tak Berkategori)

 

Nah di gedung Socitet Taman Budaya, di belakang lokasi FKY XX ternyata juga sedang digelar acara berbau kesenian, namanya Jogja Art Festival (JAF). Hari Sabtu (21/06) pas aku kesana, kebetulan sedang ada pameran lukisan dan seni rupa lainnya. Seniman-seniman Jogja gila! Bagus-bagus juga karyanya! Lihat aja nih foto-fotonya. Sayangnya pengunjungnya lumayan sepi. Dan herannya lagi, gak ada larangan buat bawa kamera atau mengambil foto di sana. Yasutra lah…aku dan Roy, teman sekelas di Sastra Jepang yang paling gak bisa lihat kamera nganggur, langsung maen jeprat-jepret aja. Tapi tenang aja, gak bakal ada pembajakan karya kok. Cuma buat di muat di blog tercinta ini, hehe, peace…v(^-^)v Two thumbs up buat seniman Jogja! b(^-^)d

Permalink 1 Komentar

Festival Kesenian Yogyakarta XX

Juni 30, 2008 at 6:14 am (Tak Berkategori)

 

Beberapa waktu yang lalu aku mengunjungi sebuah acara yang rutin diadakan tiap tahun di Jogja, nama nya Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XX. Acara ini berlangsung mulai tanggal 7 Juni-7 Juli 2008. Pas pembukaan FKY katanya ada pawai keliling Jogja juga, tapi sayang aku melewatkannya. Hikss…Terakhir kali aku datang ke acara ini kira-kira 2tahun yang lalu, pas masih semester 4. Kaget juga sebenernya pas baliho gede di jalan Colombo bergambar seorang tokoh pewayangan berpose gagah perkasa dengan selendang putih terbang nemplok di mukanya. Ini iklan apaan sih? Ternyata tokoh itu Raden Mas Onto (mbuh Onto sopo, Onto opo unto?) ikon FKY tahun ini. Kalian juga bisa lho membeli celengan berbentuk Onto di FKY. Ada banyak hal yang bisa kalian temukan di FKY. Mau cari oblong-oblong indie khas anak muda? Ada. Buat yang suka dengan buku-buku jadul, ada toko buku loak yang bisa kamu tuju. Mau cari barang kerajinan kayu? Ada. Mau cari lukisan? Ada. Pernak pernik accesories cewek? Produk-produk aroma therapy? Kain batik tulis? Hiasan interior dan eksterior rumah? Ada semua. Mutiara Lombok pun bisa kamu temukan di FKY. Mau cari barang-barang berbau Indian, ga usah susah-susah. Ada disini. Ada yang narsis sok mirip Indian Apache tuh di foto. Buat yang belum mengunjungi FKY XX, buruan dateng ke Benteng Vredeburg! Ada performance dari band-band indie Jogja juga lhoh, keren! Gratis pula!

      

   

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Becoming Jane

Juni 30, 2008 at 5:30 am (Movies)

 

Staring:

Anne Hathaway : Jane Austen

James Mc Avoy : Tom Lefroy

Maggie Smith : Lady Gresham

Laurence Fox : Mr. Wisley

Drama romantis ini menceritakan keteguhan hati seorang gadis bernama Jane Austen akan cintanya kepada Tom Lefroy. Mengambil latar di Inggris agak jadul (gak tahu tahun berapa, baju cewek2nya masih mekar mengembang berenda-renda gitu), film ini sempat membentuk sebuah pikiran di otak saya “ Kenapa kebanyakan laki-laki selalu membuat perempuan mengaku cinta kalau akhirnya mereka hanya meninggalkan perempuan itu?”. Lhoh kok bisa?

Critanya gini, Jane ketemu Tom di acara pertunangan kakak Jane. Jane membacakan cerita hasil tulisannya ditengah keluarga yang sedang berkumpul. Semua antusias kecuali Tom. Udah datang telat, sok orang kota, cuek, bahkan mengomentari kalo karya Jane biasa banget. Bete kan dicela orang yang baru kita kenal? Ributlah mereka…Tapi dari pertengkaran mereka, bisa ketahuan banget kalo mereka itu sebenernya cocok. Sama-sama berpikiran terbuka, sama-sama idealis, sama-sama doyan baca buku, dan pastinya sama-sama doyan debat. Akhirnya Tom berhasil bikin Jane mengaku cinta. Padahal Jane dijodohin sama Wisley, ponakannya Lady Gresham yang tajirnya masya oloh, soalnya keluarga Jane lagi kesulitan keuangan.

Tom ngajakin Jane buat kawin lari (capek kalee!), ninggalin semua hal yang menghalangi cinta mereka dan memulai hidup baru di tempat lain. Tapi ketika Jane sudah meninggalkan semuanya, bahkan keluarga yang disayanginya, Tom justru memilih meninggalkan Jane. Ia lebih berat meninggalkan Sekolah Hukumnya di London daripada Jane. Dan yang lebih menyakitkan lagi, Jane mendengar bahwa Tom akan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya. Oooouw…so sad…

Beberapa tahun berikutnya, mereka bertemu kembali dalam keadaan yang sudah jauh berbeda dengan sebelumnya. Tapi masih ada satu kesamaan yang tersisa. Apa yang terjadi diantara mereka selanjutnya? Lihat saja filmnya…

Permalink 1 Komentar

AWAKE!!!

Juni 23, 2008 at 5:19 am (Movies)

STARING:

Hayden Christensen : Clay Beresford

Jessica Alba : Sam Lockwood

Terrence Howard : Dr. Jack Harper

Lena Olin : Lilith Beresford

Arliss Howard : Dr. Jonathan Neyer

Apa jadinya jika kalian masih bisa mendengar suara-suara dokter yang akan mengoperasi kalian padahal kalian sudah dibius total? Apa yang kalian lakukan ketika melihat pisau bedah siap membelah dada kalian dan kalian tidak bisa melakukan apapun kecuali pasrah?

Each year, over 21.000.000 people receive general anesthesia. The vast majority go to sleep peacefully. They remember nothing. But 30.000 of these patients are not so fortunate. Trapped in a phenomenon known as Anesthesia Awareness. They find themselves unable to sleep. These victims are completely paralyzed. They cannot scream for help. They are awake…

Itulah opening screen yang akan kalian temukan ketika menonton film ini. Menceritakan tentang salah satu pasien penerima bius yang tidak mampu terlelap. Clay Beresford (Hayden Christensen), seorang anak pengusaha di Wallstreet akan melakukan operasi pencangkokan jantung Namun ibu Clay, Lilith Beresford (Lena Olin) ingin anaknya dioperasi oleh dokter bedah yang lebih ahli yaitu Dr. Jonathan Neyer (Arliss Howard). Clay mempunyai seorang istri bernama Sam (Jessica Alba). Mereka menikah tanpa restu Lilith karena Sam adalah sekretaris Lilith.

Operasi akhirnya dilakukan oleh Dr. Jack Harper (Terrence Howard) yang juga teman Clay sendiri. Clay dibius total, tapi dia tidak sepenuhnya tertidur. Dia sadar operasi akan dimulai. Dia sadar ketika dibelah dadanya, digergaji tulangnya, digunting lapis demi lapis kulit dan dagingnya. Clay merasakan sakit luar biasa. Sampai akhiranya tidak tahan dan terbangun! Clay melihat dirinya sendiri sedang dioperasi!

Ternyata Dr. Jack, Sam istrinya sendiri, dan dokter-dokter yang menangani opersinya telah bekerjasama untuk menggagalkan operasi Clay agar Sam mendapatkan harta Clay. Di alam bawah sadarnya Clay melihat yang sebenarnya terjadi, sampai dia dinyatakan meninggal. Lilith merasa ada yang disembunyikan dibalik kegagalan operasi itu. Ia menghubungi Dr. Jonathan Neyer untuk mendonorkan jantungnya kepada Clay. Lilith menelan obat penenang sampai mati over dosis, Dr Neyer menukar jantung ibu dan anak itu.

Dua jam setelah Clay dinyatakan meninggal pukul 6.32, hari Kamis, awal November itu, Clay is awake…

Permalink 1 Komentar

Kopi Darat?? Apaan sih..?

Juni 23, 2008 at 5:15 am (one for all) ()

KOPDAR VI ROOM UII

Prambanan June 22,2008

Akhir-akhir ini aku lagi gila banget (ga juga siyy..cuma doyan :p) sama yang namanya aplikasi mobile chat yang namanya Mig33. Mungkin kalian udah pada tau software itu, atau malah lebih jago nge-Mig? Buat kalian yang suka cari temen di chat room mungkin udah gak asing dengan yang namanya “kopi darat” alias “kopdar”. Yup, ketemu langsung dengan temen-temen kamu dari dunia per-chatting-an. Kalo dipikir-pikir, ngapain sih ikut acara kayak gituan? Seru kalee! Awalnya juga aku pikir kurang kerjaan banget ngobrol ama orang yang sama sekali belom pernah ketemu muka ama kita. Tapi setelah aku ikut Kopdar V UII di R.M. Pakem Sari, Pakem Jogja sana, rasanya ga ada salahnya kalo nambah koleksi temen dari acara Kopdar macem ini. Lucu aja, orang yang kalo di chat room pendiem ternyata aslinya narsisnya nujubile, eeh…orang yang di chat room cerewet, begitu ketemuan, mendadak melempem ngeliat gebetan chattingnya! Hihihi…kamu juga bakal terkaget-kaget nemuin orang yang penampakannya beda 180 derajat dari yang dicerminkan nickname-nya. Ada yang nick-nya cool n macho banget, tapi aslinya…beuuh…kuyus keying! (sory bwt yang ngerasa, hehe) Ajaib-ajaib lah!!

Sebulan setelahnya, Kopdar VI UII diadakan di Candi Prambanan pada hari Minggu tanggal 22 Juni 2008. Kopdar kali ini lebih seru! Acaranya lebih padat, gak sekedar kenalan dan makan-makan seperti Kopdar V kemaren. Acara diawali dengan ngumpul dulu di Cirkle K Seturan untuk selanjutnya berangkat bareng-bareng ke Candi Prambanan jam 09.00. Sampe sana seperti biasa, kita melakukan ritual perkenalan peserta Kopdar. Nyebutin nama, ama kuliah dimana (kecuali yang gak kuliah, hehe).

Kopdar kali ini kita kedatangan tamu perwakilan dari Indosat Jogja. Namanya Mbak Ulfa. Dia ngasih tau hasil penawaran kerjasama antara Indosat dengan Migers pengguna Indosat. Katanya sih…bakal ada Kopdar Akbar yang juga didanai Indosat. Indosat juga memberikan penawaran-penawaran menarik bagi Migers pengguna Indosat, misalnya tariff telepon dan SMS dibawah tariff standar. Woww! Semoga gak cuma janji…

Sedotannya enak yak?Abis ngobrol-ngobrol ma Mbak Ulfa, kita maen-maen!! \(^-^)/ Kita maen banyak game sampe aku kelaperan banget. Game pertama adalah Paper of Love. Maksudnya sih biar nemu pasangan kopdar baru gitu…Tapi yang ada malah jadi Paper of Pv, soalnya ga ada kata-kata romantis yang ditulis, cm kayak Pv chat di kertas doang, hihi…Game kedua kita maen banyak-banyakan mindahin karet gelang pake sedotan dalam grup. Lumayan bikin keringetan nih! Padahal aku cuma jadi penerima terakhir v(^-^)v Grup aku juara lhoh!! Game ketiga adalah Raba-Raba! Wew! Kayak nama game-nya, kita disuruh nebak benda tanpa melihat. Grup aku kalah, hiks..gak pinter ngeraba…Game keempat, kita disuruh iket balon ke atas tali, tapi kita musti jalan ke tali itu dengan mata tertutup, abis itu balonnya dipecahin. Hujan talcum powder melandaa…Game selanjutnya lutju bagnet nih! Merias anggota grup yang cowok dengan mata tertutup. Hasilnya …hwahaha…terlahir bencong-bencong dadakan! Lagi-lagi grupku menaaang! \(^o^)/ Si Kikin a.k.a babi_gaul bikin semua cowok di situ klepek-klepek! Cuantekk!!

cuanteeeknyaaa....

Abis break makan siang ternyata masih ada game loh! Tapi yang ini khusus buat para lelaki, soalnya berhubungan dengan “terong”, wohooo…Game-nya adalah maen bola tapi nendangnya pake terong yang diiketin pake tali diantara dua kaki. Ada yang celananya mau mlorot gara-gara keberatan terong, Hwahaha! Setelah sepagian maen games, baru kita jalan ngelilingi Candi Prambanan. Sayangnya kita ga bisa masuk ke candinya, lagi direnovasi. Kita mampir juga ke Prambanan Archaeology Museum. Abis itu…udah. Selesailah Kopdar VI UII. That was fun!!!

Permalink 1 Komentar

Ngangkring yuuk…

Juni 12, 2008 at 12:09 pm (one for all)

 

Apa yang anda lakukan ketika merasa suntuk sekaligus lapar, jenuh dengan aktifitas sehari-hari dan ingin melepas penat tanpa merogoh kocek terlalu dalam? Jika anda tinggal atau kos di Jogja, entah itu kuliah atau bekerja, anda tentu sudah tidak asing dengan yang namanya “angkringan” bukan? Ya, angkringan bisa kita temukan di mana saja di sepanjang jalan yang ada di Jogja. Kita juga bisa menemukannya di Solo, hanya saja namanya berbeda. Di Solo sebutannya “hik”. Ada yang mengatakan itu kepanjangan dari “hidangan istimewa kampung”. Sedangkan angkringan berasal dari kata bahasa Jawa “angkring” yang artinya duduk santai, biasanya dengan melipat satu kaki ke kursi. Yang jelas angkringan Jogja dan hik Solo tidak jauh berbeda ciri-cirinya. Malam ini Jogja cerah sekali cuacanya. Rembulan terlihat setengah lingkaran, seperti semangka keemasan melayang di langit malam yang hitam. Saya ingin menikmatinya sambil ngangkring si dekat kosan saya di daerah Sagan, tepatnya di jalan Herman Yohanes. Ada yang belum pernah ngangkring? Waa..kemana saja mbak?

 

Angkringan adalah semacam warung makan yang berupa gerobag kayu yang ditutupi dengan kain terpal plastik dengan warna khas, biru atau oranye menyolok. Dengan kapasitas sekitar 8 orang pembeli, angkringan beroperasi mulai sore hari sampai dini hari. Namun kini ada juga yang mulai buka siang hari. Pada malam hari, angkringan mengandalkan penerangan tradisional senthir dibantu terangnya lampu jalan.

Makanan khas yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telor puyuh, kripik dan lain-lain. Nasi kucing (dalam bahasa Jawa disebut “sega kucing“) bukanlah suatu menu tertentu, tetapi lebih pada cara penyajian nasi bungkus yang banyak ditemukan pada angkringan. Dinamakan “nasi kucing” karena disajikan dalam porsi yang (sangat) sedikit, seperti menu untuk pakan kucing. Bagi kaum laki-laki mungkin bisa menghabiskan 3-5 bungkus. Saya saja yang perempuan, pernah menghabiskan 4 bungkus. Entah karena nasinya memang enak atau saya yang doyan makan, saya sendiri bingung. Minuman yang dijual pun beraneka macam seperti teh, es jeruk, kopi, wedang tape, wedang jahe, susu, atau campuran beberapa yang anda suka. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Tapi sekarang kalau dirasa-rasa, harga hidangan angkringan ikut melambung gara-gara kenaikan harga BBM 24 Mei 2008 lalu. Tetapi teap saja angkringan banyak penggemar.

Mungkin hampir setiap 100 meteran, kita dapat menemukan angkringan. Bagaimana awalnya usaha ini bisa begitu menjamur di Jogja? Sebagai mahasiswa yang cukup hobi ngangkring, saya kerap mengobrol dengan pedagangnya setiap kali ngangkring. Ternyata setiap kali saya tanya “Pak njenengan asline king pundi?”, jawabannya hampir selalu sama, “Kula king Klaten, Mbak”. Pedagang angkringan di Jalan Herman Yohanes tempat saya biasa membeli jasu (jahe susu) pernah saya tanya, “Wis suwe po Mas bukak angkringan?”, dan dia menjawab, “Lha wong mbahku wae bukak angkringan kok, Mbak”. Sebenarnya sejak kapan angkringan muncul di Jogja?

Sejarah angkringan di Jogja merupakan sebuah romantisme perjuangan menaklukan kemiskinan. Angkringan di Jogjakarta dipelopori oleh seorang pendatang dari Cawas, Klaten bernama Mbah Pairo pada tahun 1950-an. Cawas yang secara adminstratif termasuk wilayah Klaten Jawa Tengah merupakan daerah tandus terutama di musim kemarau. Tidak adanya lahan subur yang bisa diandalkan untuk menyambung hidup, membuat Mbah Pairo mengadu nasib ke kota. Ya, ke sini, ke Jogjakarta.

Mbah Pairo bisa disebut pionir angkringan di Jogjakarta. Usaha angkringan Mbah Pairo ini kemudian diwarisi oleh Lik Man, putra Mbah Pairo sekitar tahun 1969. Lik Man yang kini menempati sebelah utara Stasiun Tugu sempat beberapa kali berpindah lokasi. Seiring bergulirnya waktu, lambat laun bisnis ini kemudian menjamur hingga pada saat ini sangat mudah menemukan angkringan di setiap sudut Kota Jogja. Angkringan Lik Man pun konon menjadi yang paling dikenal di seluruh Jogja, bahkan di luar Jogja.

Berbeda dengan angkringan saat ini yang memakai gerobak, diawal kemunculannya angkringan menggunakan pikulan sebagai alat sekaligus center of interest. Bertempat di emplasemen Stasiun Tugu Mbah Pairo menggelar dagangannya. Pada masa Mbah Pairo berjualan, angkringan dikenal dengan sebutan ting-ting hik (baca: hek). Hal ini disebabkan karena penjualnya berteriak “Hiiik…iyeek” ketika menjajakan dagangan mereka. Istilah hik sering diartikan sebagai Hidangan Istimewa Kampung. Sebutan hik sendiri masih ditemui di Solo hingga saat ini, tetapi untuk di Jogja istilah angkringan lebih populer. Demikian sejarah angkringan di Jogjakarta bermula.

Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

irasshaimase…

Juni 10, 2008 at 4:35 am (one for all)

sekedarnya saja dulu…

barusan jadi nih blognya. masih bingung mau nulis apa.Jadi ya…ucapan selamat datang saja dulu…

Selamat datang…

Sugeng rawuh…

Irasshaimase…

Permalink 1 Komentar