Lagi-lagi Sumatra diguncang gempa…
Masih lekat dalam ingatan kita tentunya,gempa yang mengguncang Jogjakarta tahun 2006 lalu. Kini indonesia kembali diguncang gempa berkekuatan 7,6 SRyang terjadi di pulau Sumatra. Pusat gempa terjadi di Pariaman, Padang, Sumatera Barat. Namun, getaran yang diakibatkan gempa ini juga tera di beberapa kota di Pulau Sumatra seperti Aceh, Riau, Medan, bahkan kabarnya terasa sampai Singapura.
Kepanikan warga dan trauma akan terjadinya tsunami seperti yang terjadi di Acehmembuat warga panik mengungsi ke daerah2 yang lebih tinggi, meski dipastikan tsunami tidak akan terjadi. Ribuanrumah hancur dan ribuan korban berjatuhan akibat gempa yang diperkirakan lebih besar daripada gempa Jogja maupun Bengkulu beberapa waktu lalu. Proses evakuasi korban mengalami kendala akibat akses yang terputus dan padamnya listrik di lokasi. Pemerintah setempat membuat rumah sakit terapung untuk emnunjang RS M. Jamil yang penuh dengan pasien korban gempa.
Belajar dari pengalaman bencana alam yang pernah terjadi, saya hanya berharap agar pemerintah lebih cepat bertindak dalam proses evakuasi korban maupun proses recovery pasca gempa.
CheRits Natsu 09: kimi ga otona ni natte kono natsu ni…
hehee…mellow sekali judulnya (bagi yang tau artinya)

Seperti biasanya pada bulan2 Agustus-september, jogja seolah tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan mancanegara, baik yang ingin berlibur ataupun yang melakukan aktifitas lainnya.
Tepat setelah kepulangan tim Sayaendou dr Hiroshima, tgl 22 Agustus- 2 September jogja kembali dikunjungi mahasiswa2 Jepang yang akan berkegiatan di Jogja.

mendengarkan pak Kawasaki
Dengan 18 personelnya, teman2 CheRits dari Ritsumeikan University, Kyoto kali ini menyiapkan 3 program kegiatan yang akan dilaksanakan di dusun Kalakijo, Bantul, Jogjakarta. tiga program itu adalah program pendidikan, lingkungan dan survey. Personel yang datang kali ini masih diketuai oleh Asumi Koga yang pada bulan Maret lalu juga menjadi ketua pada kegiatan yang sama.
Dalam program pendidikan, dengan penanggungjawab Eri Imai, mereka memperkenalkan apa yang disebut Jugyou kenkyuu kepada guru2 SD Muhammadiyah Kalakijo. Jugyou kenkyuu adalah sebuah metode evaluasi mengajar dimana seorang guru yang mengajar disaksikan oleh guru2 lainnya yang akan memberikan penilaian pada kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan. Dari penilaian tersebut didiskusikan lagi bagaimana cara mambuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik.
Program lingkungan,dengan penanggungjawab Akihiro Sawada, mengusung tema pembuangan sampah. Di sini diperkenalkan kepada warga Kalakijo tentang bagaimana manajemen pembuangan sampah yang ada di Jepang. Selain itu, mereka juga mengajarkan cara membuat kompos dari limbah rumah tangga. Sedangkan program survey, dengan penanggung jawab shuji Asada, dilaksanakan untuk merumuskan rencana kegiatan pada periode yang akan datang.
Kegiatan CheRits kali ini adalah yang ketiga kali dan yang terakhir kali saya ikuti selama saya menjadi mahasiswa UGM. Selalu ada kesan indah yang berbeda dari setiap kegiatan bersama CheRits. Dan selalu ada pelajaran juga proses pendewasaan yang saya temukan dari sini. Buat para penerus kegiatan ini, baik dari UGM maupun CheRits sendiri, teruslah berusaha membuat kegiatan ini lebih baik dan bermanfaat bagi semua. Ganbatte kudasai.

di Prambanan
Hiroshima University of Economics-Sayaendou Project 2009
Kerjasama Hiroshima University of Economics (HUE) dengan Fak. Ekonomika dan Bisnis UGm masih berlanjut. Seperti tahun lalu, tim kerjasama internasional Sayaendou kembali mengadakan kegiatan yang bertujuan mempererat persahabatan Indonesia_Jepang pada umumnya dan HUE-UGM pada khususnya melalui misi-misi pertukaran budaya.
Jika tahunlalu anggota tim Sayaendou yang datang ke Jogjakarta ada 9 orang, Agustus 2009 ini anggota yang datang ada 16 orang. Diketuai oleh Keiji Hashimoto, tim Sayaendou kembali mengadakan kegiatan di bidang pendidikan ke sekolah-sekolah dan bidang ekonomi ke beberapa industri kerrajinan di Jogja dan sekitarnya. Mereka juga mengadakan matsuri atau festival budaya di kampung Cokrokusuman Jogja yang mendapat sambutan sangat baik dari warga sekitar. Sayangnya kegiatan mereka harus berhenti di tengah jalan karena banyak anggota tim yang jatuh sakit.
Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan program2 yang lebih menarik agar dapat kerjasama dan persahabatan baik Ind-Jpg amupun HUE-UGM semakin erat di masa yang akan datang.

- bersama LPPM UGM

- matsuri – super ball sukui

- bersama bocah2 cokrokusuman

- mengantri nikujaga

rehat setelah matsuri. otsukaresama!
Plaza Foodcourt UGM
Kalo kalian sering jalan2 di seputaran Boulevard UGM pas siang hari (kurang kerjaan amat panas2 ke boulevard?), pasti nemuin yang namanya pedagang kaki lima. Ada yang jual sup buah, batagor, siomay, mie ayam, cimol, cilok, sampe jamu kunyit asem dkk. Pedagang2 itu tersebar di sisi barat boulevard mulai dari depan Gelanggang Mahasiswa UGM sampai ujung paling utara depan Lapangan GSP. Karena tersebar di beberapa titik itulah Boulevard UGM jadi terlihat agak ‘tidak rapi’. Tapi itu dulu. Nah mungkin ni…mungkin…untuk mengatasi ke’tidakrapi’an itu, sekarang dibuatlah satu tempat yang bisa menampung pedagang2 kaki lima tadi sekaligus memberikan kenyamanan bagi konsumennya.
Nama tongkrongan baru itu adalah Plaza Foodcourt UGM. Terletak di space terbuka antara BNI Cabang UGM dan Sekretariat BEM KM UGM. Idenya bagus juga sih mengumpulkan para PKL dengan berbagai komoditasnya yang tersebar di sepanjang boulevard ke dalam satu lokasi. Dengan begitu konsumen juga jadi lebih mudah untuk menikmati berbagai jajanan tanpa harus berpindah2 tempat duduk. Apalagi ditambah hot spot internet yang bikin kita makin betah nongkrong di sana. Cocok banget dengan konsumen yang kebanyakan mahasiswa, yang notabene doyan ngenet (esp. gratisan, hehe…). Makan makanan enak, ngobrol bareng temen2 yang asik, sambil online Facebook gratisan pula. Kurang apa coba??
Ada kurangnya juga sih…Tempatnya panyasssh… (;@_@;) Walah mbak, namanya juga Endonesa, musim ujan juga panas. Kalo panas mah dimana2 di seluruh Jogja juga sama kaleee. Iya sih…tapi setidaknya bisa sedikit dikurangi panasnya kalo atap Plaza Foodcourt gak cuma terbuat dari terpal macem tenda kawinan gini. Lha kalo cuma pake terpal kan kalo panas tetep panas dan ‘misbar’, alias gerimis bubar, karna gak semua space terlindungi terpal. Moga2 kedepannya tar Plaza Foodcourt di renovasi yak, atapnya diganti genting, sukur2 kalo ditambah AC, hehee…
Tapi untuk sekedar jadi tempat nongkrong di sela2 waktu kuliah ato tempat ngemil batagor dan sup buah, bolehlah Plaza Foodcourt UGM jadi tujuan kamu…(^_~)
Harukanaru haru~~ (part 2)
selalu ada yang lucu ,aneh, mengharukan atau yang so sweet…di setiap kegiatan Cherits. Yah…walopun aku baru ikut dua kali ini sih…kali ini aku ngerasa lebih banyak diam dan memotret tingkah polah temen2 ato makanan yang kita hajar dengan gilanya. Tapi kurang lebih seperti inilah yang terjadi di sela2 kegiatan kita.
Sebelum berangkat ke Kalakijo buat ngerjain hoken Project, sempet2nya kita bikin sesi foto2 di depan hotel, tempat kita ngumpul. udah kayak wartawan ketemu artis gitulah. Posisi motretnya itu lhooo…hihihi.


UGM memotret

CheRits dipotret
Lalu gantian UGM member yang di potret. Dan beginilah hasilnya…




huhuhu…emang paling jago kalo disuruh begaya…
sampai di Kalakijo juga teuteup…sambil jalan2 kliling kampung, kita potoh2 lagee!

atsui kedo pose shiteta ^^

jalan-jalan di kalakijo

under my umbrella...ella..ella..ella..
Ada kebiasaan baru yang dilakukan kali ini…Doyan loncat-loncat! sampe korban satu sepatu rusak gara2 loncat! Bentuknya pas loncat lucu lucu pula,hihihi…Siapa yang loncat paling tinggi??!

huwahh!!

yosshaa!!! \(^o^)/
Habis beraktifitas, jalan2, loncat2, de el el, jadi laper deh. Ini dia beberapa makanan yang kita santap kemaren…hummm upload foto makan tu gak bagus,bikin laper…(>.<)

Soto Pak Blo'on Kalakijo

ayam bakar UC Resto

ayam...apa ya namanya?lupa :p di Duta Minang

Cheripuru Cake (Naoto's Cake)

Cheripuru Cake (Imai's Cake)
Hhuhuhu….sumpahh bikin laper! apalagi Tiramisu punya Imai, mata tabetai na…
nah nah nah…abis makan biasanya ngefeknya ke mata nih. Ngantuk deh. Tidur deh. Ini dia jagoan Pelor(Nempel molor) episode ini. Dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun jagoan2 ini bisa tidur. Hihihi…aku suka bgt ekspresi manusia tidur. So natural, so pure…


Hehehe..ajaib2 mukanya pas bubu…:P Tapi justru yang nyeleneh2 kayak gitu tuh yang bikin seru, geli, dan ngangenin. Selalu ada perpisahan ketika ada pertemuan. Katsudou kali ini seperti biasanya selalu diakhiri dengan Sama-Sama Party. Kali ini untuk kedua kalinya party diadakan di Pringsewu Resto. Seru deh, pake acara kuiz2an segala
dan groupku menang, nyehehe…(tawa puas penuh kemenangan). Tapi abis heboh2an ujung2nya malah tangis2an. ini yang aku gak suka dari Sama-Sama Party, mengingatkan bahwa harus berpisah ketika sudah merasa dekat. Yahh…walopun masih bisa ketemu dilain kesempatan sih. Semoga semua yang pernah terjadi dan terjalin baik selama ini, persahabatan, persaudaraan, kerjasama, dan cinta (ciehhh…) bisa terus bertahan selamanya. Soredake inottemasu.

sama CheRits

sama UGM



semoga sama-sama selamanya yah...\(^o^)/
Harukanaru haru~~
<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>
Whaaa…CheRits datang lagi! Setelah bulan September 2008 lalu, kali ini temen2 dari CheRits Universitas Ritsumeikan Jepang kembali berkunjung ke Jogja. Kegiatan2 mereka masih dilaksanakan Desa Kalakijo dimana mereka dulu membantu renovasi pembangunan SD Muhammadiyah Kalakijo pasca gempa 2006. Kedatangan mereka tiap bulan September dan Maret ini sudah berlangsung sejak tahun 2006 hingga sekarang. Dengan 3 bidang kegiatan andalannya yaitu bidang kesehatan, penanggulangan bencana, dan pendidikan, CheRits memberikan bermacam2 pengetahuan bagi guru dan siswa2 SD Muhammadiyah pada khususnya dan warga Desa Kalakijo pada umumnya.

Dibanding pada kegiatan mereka bulan September tahun lalu, personel CheRits yang datang kali ini lebih sedikit, cuma 6 mahasiswa dan 1 dosen yaitu Pak Fujiyama Ichirou. Diketuai oleh mbak Koga Asumi, personel yang datang kali ini adalah mbak Ogasawara Chiaki, mbak Imai Eri, mbak Kuramoto Maho, mas Nohara Koji, dan mas Mutou Naoto. Tiga diantaranya, Chiaki-sama ^^, Imai dan Maho baru kali ini aku ketemu mereka, tapi seneng deh udah bisa deket ma mereka ^^. Tapi yang jelas, biarpun personelnya sedikit, mereka gak kalah semangat dari kegiatan yang lalu. Itu yang aku suka dari mereka, itsumo ganbaru ki ga shita. Daisuki dayo~~n! :\(^o^)/:

hai, cheeze!!

nandeyane??
Barengan temen2 dari Sastra Jepang UGM, kita lihat yuk sepak terjang mereka!! Yeaaaahh!!!
Hoken Project (Bidang Kesehatan)>> kita memberikan penyuluhan tentang bahaya penyebaran penyakit menular, misalnya influenza, dan bagaimana cara pencegahannya. Sasarannya adalah siswa-siswi SD Muhammadiyah Kalakijo, jadi penyampaian materi penyuluhan dibuat semenarik mungkin yaitu dengan menggunakan kamishibai (cerita bergambar) yang dibacakan langsung oleh temen2 CheRits. Siswa-siswi SD juga diajak bersama2 menggambar poster pencegahan penyakit menular dan menempelkannya di sekolah dan lingkungan Kalakijo. Selain itu, diadakan juga Kampanye Seminggu Hidup Sehat utnuk membiasakan anak2 mencuci tangan dengan sabun dan berkumur-kumur. Seru banget deh melihat anak2 tertawa mendengarkan cerita, menggambar poster dll. It’s really a nice approach. Kodomo wo moriagatta dake janakute, jugyou no naiyou mo tsutaetashi…^^ (ima no ha atteru?hehee…)




Bousai Project (Bidang Penanggulangan Bencana)>> kita memberikan penyuluhan tentang apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Sasarannya masih siswa-siswi SD Muhammadiyah Kalakijo. Anak2 diminta untuk mencocokkan kartu2 bertuliskan cara penyelamatan diri ketika gempa ke dalam 3 kondisi yang mungkin terjadi ketika gempa benar2 terjadi. Selain itu anak2 juga diajak untuk membuat lampu minyak sederhana yang bisa digunakan ketika lampu padam saat gempa terjadi. Simple stuff with great use! Dan anak2 membawa pulang karya mereka ke rumah dengan suka cita, huhuw…^^ (maca cih..?) potonya cuma pas coba2 bikin lampu doank gpp yak ^^ lainnya nyusul…


Hyouka Project (apa ya artinya…mmm…Proyek Evaluasi?mungkin..) >> merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengevaluasi kegiatan CheRits selama tiga tahun ini sekaligus menentukan arah kegiatan selanjutnya. Acaranya berupa diskusi dan dengar pendapat dengan beberapa warga Kalakijo dan guru2 SD Muhammadiyah Kalakijo. Di sini pesertanya boleh mengeluarkan pendapat, uneg-uneg, kesan dan harapan mereka terhadap kegiatan CheRits sejak pasca gempa hingga sekarang. Dan uneg-uneg yang keluar cukup ajaib!! Maa…chikara ni narukoto ga attara, lets fight for the best together!! \(^o^)/ Haiyyah…opo toh…???(@_@)



Te-Collabo
Apa sih Te-Collabo itu?Te-Collabo adalah tajuk dari acara peringatan 24 tahun kerjasama Jogja dan Kyouto sebagai Sister Province. Sebenarnya Te-Collabo adalah kependekan dari Technology Collaboration, kolaborasi teknologi di bidang handy craft (note: kata ‘te’ dalam bahasa Jepang berarti ‘tangan’). Ini adalah sebuah acara yang diadakan hasil kerjasama antara pemerintah DIY dan pemerintahan Kyouto Prefektur, Jepang. Acaranya diadakan di Jogja National Museum mulai tanggal 16 Februari lalu. Dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, acara ini cukup banyak di hadiri masyarakat Jogja. Dimeriahkan juga oleh dancer dari sebuah komunitas tari dan teater Jogja (aku lupa namanya), yang menampilkan tarian kontemporer dengan iringan musik campuran berbau Jogja-Jepang (ribet banget bahasanya). Disini ada pameran foto tentang Jogja-Kyouto sebagai Sister Province. Disitu ditampilkan foto2 yang mengungkap keserupaan Jogja dan Kyouto (padahal banyak juga bedanya) dari segi ke tradisionalan sekaligus kemodernannya (eh, salah spell ya?). Selain itu sesuai dengan tajuk acara ini, tentunya pasti ada pameran kerajinan tangan tradisional dong. Pameran kerajinan yang ada kebanyakan (ya..semua sih) menampilkan produk2 tekstil tradisional, baik yang lokal Jogja atau yang telah dikolaborasikan dengan teknologi dan ide2 kerajinan dari Jepang. Diantaranya adalah Raw Silk yang telah dibuat menjadi komono batik. ada juga kain tradisional Jepang yang bermotif batik. Sumpah bagus banget itu kain…beda dari sutra biasa. Katanya sih dibuat dari kepompong ulat sutra liar (gimana nangkepnya yak?lari-larian gitu ya…). Ada juga kain lurik yang ternyata macem2 banget warna, corak, dan filosofinya. Buat aku sih lurik ya…tetep cuman kain bergaris2, hahaha! Mataku rusak kali yak :p
Yang jelas harapan dari diselenggarakannya acara ini ya…pastinya kerjasama yang lebih baik antara Jogja-Kyouto pada khususnya dan Indonesia-Jepang pada umumnya. Waaah jadi ngebayangin acara tahun depan kayak apa yak? Peringatan 25tahun pastinya harus lebih meriah donk…Sono hi made tanoshimi ni shiteimasu. ^_^

pidato pembukaan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X


Raja Jogja dan para penggede di depan spanduk begambar pola kimono bermotif batik
ikan bandeng jadi2an ini bisa terapung di Kali Code lho! sudah teruji!!
Nah…yang berikut ini adalah beberapa foto yang ditampilkan di pameran foto Te-Collabo.
Yang ini warungnya Indonesia dan warungnya Jepang.

warung kita

sama sama main air sih…tapi…

'Padusan', mandi bersama di aliran pembuangan limbah PG Madukismo

mereka lagi wudhu yak?
Di Jepang maupun di Indonesia ternyata punya acara gotong2 bareng yang serupa lhoh…

'Gunungan' Sekaten, Jogja

'Omikoshi', Jepang. adek2nya kok kuat yak?
Kalo yang berikut ini tampaknya baertema…tradisi diantara modernisasi.

wayang dan animasi

geisha dan artis jaman sekarang

kalo tabrakan menang MerC ato sapinya yak?

di jepang masih ada yang mau naik becak???
Kenapa cincin pernikahan harus di jari manis?
Coba ikuti langkah berikut, Tuhan benar – benar membuat hal ini menjadi sebuah keajaiban
1. Pertama rentangkan tapak tanganmu, kemudian tempelkan kedua tapak tanganmu.
2. Kedua, Jari tengahmu kamu bentuk seperti pada gambar dibawah ini


3. Permainan dimulai, Ikuti langkah dibawah ini. Ada 5 jari tapi Cuma satu jari yang tak bisa kemana-mana
4. Cobalah untuk membuka ibu jarimu, hal itu bisa dilakukan, Ibu jari menggambarkan orangtuamu, karena semua manusia bisa aja sakit kemudian meninggal, begitu pula kedua orangtuamu, suatu saat mereka akan meninggalkan kita
5. Tutup kembali ibu jarimu, kemudian angkat jari telunjukmu, tidak sulit bukan?, Jari telunjuk menggambarkan kakak dan adikmu, suatu saat mereka akan berkeluarga pergi meninggalkanmu.
6. Selanjutnya tutup kembali jari telunjukmu, dan cobalah untuk membuka jari kelingkingmu, hal ini dapat kamu lakukan. Jari kelingkingmu menggambarkan anak-anakmu. Cepat atau lambat merekapun akan meninggalkanmu saat mereka sudah mempunyai kehidupan mereka sendiri.
7. Sekarang tutup kembali jari kelingkingmu, dan cobalah untuk membuka jari manismu dimana kita selalu meletakkan cincin pernikahan disitu, kamu akan takjub karena kamu ga bisa mengangkat salah satu dari kedua jari manismu itu. Hal ini karena jari manismu menggambarkan hubungan suami istri, seluruh kehidupanmu akan terus diikuti oleh pasanganmu.
Wow sudah dua digit!!!
Selamat pagi dunia!
Hehehe…pagi ini kampus ramay skali dengan mahasiswa (ya iyyalah…masak ramay dengan manula??) yang sibuk hilir mudik kesana kemari dengan tujuan yang mungkin sama. Ngisi KRS.
Aku pun sama. Untuk kesekian kalinya aku melakukan ritual yaang serupa tiap awal semester. Pergi ke kios fotocopy, ngopy KTM dan bukti pembayaran SPP, ambil blanko KRS (duhh…masih manual yak hari gini?), lalu mengisinya. Pulpenku berhenti sejenak pas sampai di kolom “Semester:___”. Kriikk…kriiikk…kriiikk…dua detik, tiga detik , lima detik berlalu tanpa terjadi apa2. Bengong. Bingung. Mo ngisi pake apa yak?Pake angka kok agak2 malu gimana gitu, mengingat angkanya sudah mencapai dua digit. Pake huruf tapi space-nya gak muat. Akhirnya aku putuskan untuk menulis….” Semester: GENAP “. hahaaa..!!! yap cara yang tepat! Spacenya cukup, dan gak ketahuan sebenernya semesternya udah berapa digit, hehhe…
Apakah kalian yang memiliki jumlah semesterdua digit merasakan hal yang sama??





