Pedasnya Oseng-Oseng Mercon

Posted: 5 July 2011 in Nyummy...

Pernah makan oseng-oseng gak? Oseng2 kangkung? Oseng2 kacang? Oseng2 ati ampela? Ahh itu mah biasa…Cobain Oseng-Oseng Mercon donk! Belom pernah makan?Haduh…kemana aja sih? Oseng-Oseng Mercon itu masakan yang terbuat dari daging sapi yang dibumbu super puedezzz! Makanya disebut “mercon”, soalnya masakan ini bisa bikin perut kamu mledak-mleduk kayak mercon (petasan). Katanya sih…perbandingan antara daging sapi dan cabe yang dimasak adalah 1: 5. Jadi kalo daging sapi yang dimasak itu 1 kilo, maka cabe yang ditambahkan adalah 5 kilo sodara-sodara! Waww! Gimana gak mleduk?

Kalo di Jogja, kamu bisa menikmati hidangan ini di Jalan Ahmad Dahlan. Setahuku ada dua warung Oseng-Oseng Mercon di jalan itu. Yang satu di dekat RS PKU Muhammadiyah, satu lagi agak ke barat dekat perempatan MAN 2 Jogja. Dengan modal kurang dari 20 ribu, kamu udah bisa menikmati Oseng-Oseng Mercon yang bikin keringat dan air mata mengucur deras plus segelas minum sebagai pemadam kebakaran. Penasaran?? Selamat mencoba.

Sejak tinggal di Jakarta sebagai anak kos, saya selalu bingung ketika waktu makan tiba. Bingung kenapa? Satu, bingung dengan menunya. Dua, bingung dengan lokasi tempat makannya (karena saya tidak tahu banyak tempat makan yang enak). Tiga, bingung dengan budgetnya (maklum, anak rantau, anak kos, jadi musti irit, haha!). Jadi pas bingung2 gini, yang saya lakukan adalah menyisir tempat makan di dekat tempat tinggal (kos) saya. Dan sisir saya nyangkut di rumah makan ini, Depot Soto Gebraak! Brakk brakk braaaak!!! * gebrak2mejabeneran* :D

Lokasinya di jalan Setiabudi 2, Jakarta Selatan, persis di depan SMA 3 Jakarta. Ngesot lima menit dari kosan saya juga nyampe kok! :D Buat yang punya penyakit jantung, saya sarankan tidak makan di sini, karna anda dijamin kena serangan jantung oleh gebrakan botol kecap asin penjualnya kalau jantung anda tidak dalam kondisi prima. Slogan tempelnya aja unik, “Senyum boleh, marah jangan”. Yang punya ngerti banget kalo pelanggan yang kaget digebrak pasti mo marah, jadi bikin slogan tempelnya begitu. :D

Suasana depot ini seperti rumah yang diubah menjadi depot makan. Yaa…dari luar sih terlihat biasa aja, setelah masuk ke dalam, nuansanya…hmm…biasa aja juga, hahaha! :D Tapi cukup hommy dan santai.

Harga soto daging per porsi masih terjangkau kantong saya sebagai anak kos Jakarta. Ada juga menu tambahan jerohan goreng, perkedel, telur puyuh, sate telur muda, gorengan, dan kerupuk. Kuah sotonya bening tapi sedap. Tidak bersantan seperti soto betawi, jadi saya suka. Buat orang Jawa Timur yang suka soto bening tanpa santan, mungkin anda akan suka Soto Gebraak ini. Selamat mencoba! Sluurrrrps… :9

Piknik ke Kota Tua Jakarta

Posted: 22 May 2011 in Jalan-Jalan

Kebingungan menghabiskan waktu luang di akhir pekan? Mari kita jalan-jalan! Bagi mereka yang menggemari wisata budaya yang murah meriah mungkin Kota Tua Jakarta bisa menjadi salah satu alternatif. Selain bisa melepas penat dari rutinitas sehari-hari, itung-itung kita juga bisa menambah wawasan tentang sejarah kota Jakarta (Batavia) di masa lalu. Lokasinya mudah dijangkau. Dengan bus TransJakarta anda bisa langsung menuju halte terakhir Stasiun Kota. Dari situ tinggal jalan kaki saja. Di Kota Tua kita bisa mengunjungi beberapa museum, seperti Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, dan tentunya Museum Fatahillah. Kita juga bisa sekedar bercengkrama dengan kawan atau keluarga di lapangan depan Museum Fatahillah sambil mencicipi jajanan tradisional Betawi, atau kalau mau tempat yang nyaman, ada Batavia Cafe tak jauh dari lokasi.


Saya baru mengunjungi beberapa museum di lokasi Kota Tua selama setahun ini di Jakarta, yaitu Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) dan Museum Wayang. Jadi…sementara kita kemon kesitu dulu yaa…yang lain menyusul. :D






MUSEUM BANK MANDIRI
Berdiri tanggal 2 Oktober 1998. Awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor, yang nantinya menjadi Bank Ekspor Impor (Bank Exim) tahun 1968.


Koleksi Museum Bank Mandiri tentu saja berhubungan dengan perlengkapan operasional bank jaman dulu, misalnya surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain. Yang menarik perhatian saya di museum ini adalah interior kaca patri atau stained glass yang ada di depan tangga utama menuju lantai dua. Ada lambang NHM di kaca patrinya, warna-warnanya bagus. Ini menjadi ciri khas Museum Bank Mandiri.

MUSEUM WAYANG
Arsitekturnya sedikit berbeda dari museum2 lain di sekitar Kota Tua. Bagian atapnya sedikit meruncing tinggi, berbeda dengan museum lain yang umumnya datar. Ternyata bangunannya dulu digunakan sebagai gereja, sempat hancur karena gempa bumi dan baru resmi dijadikan museum pada 13 Agustus 1975.


Koleksi Museum Wayang tentunya yaa wayang, baik itu wayang kulit, wayang kayu, atau wayang bahan lain. Wayang-wayang di museum ini tidak hanya berasal dari seluruh nusantara tapi juga dari luar negeri lho, seperti dari Eropa, Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia. Di Museum Wayang kita juga bisa menonton video 3D tentang tokoh-tokoh pewayangan Jawa, gratis! Tapi sayangnya fasilitas kacamata 3D nya belum ada sampai kunjungan terakhir saya April kemarin. :D

MUSEUM BANK INDONESIA
Diantara semua museum yang saya kunjungi, Museum Bank Indonesia (MBI) adalah yang paling keren! Luas, bersih, estetis, dan lebih terkesan modern. MBI menempati area bekas peninggalan De Javasche Bank yang dibangun tahun 1828, tentu saja sekarang sudah banyak direnovasi. Apa yang bisa kita pelajari dari MBI? Adalah sejarah bangsa Indonesia hingga terbentuknya Bank Indonesia tahun 1953, terutama terkait bidang ekonomi dan perbankan. Serunya lagi adalah setiap pengunjung akan diajak sedikit bermain teka-teki tentang sejarah Indonesia dengan menjawab kuis yang jawabannya bisa ditemukan di seluruh penjuru museum. Jika tidak semua pertanyaan terjawab dengan benar (yang akan di cek ulang oleh petugas di akhir kunjungan), maka pengunjung harus berkeliling ulang untuk menemukan jawaban yang benar. Saya sampai bertanya pada adik-adik SMP yang kebetulan heboh juga mencari jawaban kuis itu. Jalan-jalan, sambil mengingat sejarah bangsa, sambil kenalan sama brondong-brondong. Seru kan?! :D




Fasilitas yang dimiliki MBI juga lengkap dan terkelola dengan sangat baik. Dilengkapi dengan fasilitas multimedia berteknologi modern, display elektronik, panel-panel statis, patung-patung diorama yang mirip sekali dengan figur aslinya, dan audio video yang mendukung, pengunjung tidak akan merasa cepat bosan di museum ini. Satu lagi, MBI punya koleksi mata uang numismatik yang banyak dar dalam dan luar negeri. Semua tersimpan dengan sangat baik didalam lemari geser setinggi tinggi badan saya (yang cuma 1.5 meter, hehe). Setiap display numismatik dilengkapi dengan kaca pembesar yang memungkinkan kita mengamati detil yang ada di setiap mata uang.









Saya beruntung bisa menjawab kuis dengan benar satu kali jalan. Tapi kalaupun jawaban saya ada yang salah, saya ngga akan keberatan berkeliling lagi mencari jawaban. Menyenangkan! :D

Tak tau harus apa

Posted: 9 March 2011 in Uncategorized

Aku tak tau harus apa
Ketika mendengarmu pergi
Hampa…
Seketika…

Kenapa tak menungguku?
Setidaknya ijinkan aku melihat senyum terakhirmu
Sungguh, aku merasa buruk
Buruk dihadapanmu
Maukah kau memaafkan?

Berbeda rasanya tanpamu
Tapi mungkin ini yang terbaik
Buatku kau tak kemana-mana
Masih ada…
Hanya sedikit berjarak
Sedikit saja…

Dan jarak itu mungkin memberi makna diantara kita
Seperti rangkaian huruf yang terpisahkan jarak
Memberi arti sebuah kata

Kau masih ada…

Peluk

Posted: 29 January 2011 in one for all

Disebabkan karna kau terlalu malu
Dengan penuh gengsi kau berbalik,
Dia pun berlalu
Rasakan itu olehmu, sekarang baru kau tahu
Bahwa semua keindahan di dunia ini berkelebat dengan cepat
Dan hukum-hukum Tuhan ditulis sebelum telepon dibuat
Orang-orang indah yang kau temukan di pasar, stasiun, terminal, dan tikungan
Kekasih, kemewahan mutiara raja brana, kemilau galena dan intan berlian
Semua akan meninggalkanmu
Kecuali secangkir kopi
Dia ada di situ, tetap di situ, hangat
Dan selalu dapat dipeluk.

Dikutip dari : novel kedua dwilogi Padang Bulan: Cinta di dalam Gelas oleh Andrea Hirata.

Pizza Marzano

Posted: 29 January 2011 in Nyummy...

Alright…memenuhi janji si Blue di postingan terakhir, aku akan coba mulai nulis lagi. Kali ini tentang makanan. Dasar emang yang punya blog doyan jajan sih ya…hihihi.
Hari Kamis (27/Jan) kemarin aku dan teman2 Japan Quotation mengantarkan salah satu teman kami yang akan pindahan. Pindahan kemana? Jepang?? Noo…no no, masih di Indonesia kok, dan malah pindahnya ke Indonesia. Mmbingungi… hehe. Jadi di kantorku itu ada beberapa divisi Quotation, alias tukang bikin rancangan harga tour, dengan market yg berbeda-beda. Temanku itu pindah dari divisi Japan Quotation ke divisi Indonesia Quotation. Cuma pindah market yg di-handle aja sih…Nah dalam rangka mengantar pindahan itu, kita merayakannya dengan makan-makan di Pizza Marzano.
Pizza Marzano

Pizza Marzano bisa kamu temukan di beberapa tempat di Jakarta, ada di Grand Indonesia, City Walk, di daerah Menteng, trus mana lagi yak, lupa. Hehe. Pelayanannya bagus. Bahkan untuk reservasi makan ditempat dengan jumlah besar, mereka bersedia mengirim menu via e-mail supaya bisa pre-order jadi gak terlalu lama nunggu pesanan siap disajikan nantinya. Tempatnya cukup nyaman dan luas untuk makan pizza bersama teman-teman dan keluarga. Juga cukup romantis untuk makan di sana bersama orang terkasih. Karna ada semacam spotlight kecil yang menyorot masing-masing meja sehingga bagian tengah meja terlihat lebih terang dibanding lighting temaram di sekitarnya.

Menu yang disediakan cukup beragam mulai dari starter (salad, soup, dll), main (pizza, pasta, lasagna, dll), sampai desert (ice cream, yogurt, fresh fruit salad, dll). kisaran harga untuk minuman mulai 16 ribu – diatas 120 ribu. Yang mahal itu sangria lho, semacam wine punch yang biasa diminum orang Spanyol atau Portugal, disajikan se-pitcher gede, manteb kalo diminum pas musim panas. Disini sih panas terus sepanjang tahun tp tetep gak kuat beli sangria, hahaha. Dan karna beralkohol tentunya. Untuk makanan kisaran harganya mulai 35 ribuan untuk menu-menu single yang bisa habis dimakan sendiri. Kalo pizzanya mendingan share seporsi berdua atau bertiga aja deh. Pizzanya tipis dan crusty khas Italian pizza, tapi gede kok, 1 porsi 6 slice. Ada juga American pizza yg lebih tebal kok bagi yang lebih suka pizza tebal, Manhattan pizza is recommended. Daging panggang dibagian tengahnya dan potongan telurnya nyummy! Ah, coba aja sendiri deh! Walaupun agak mahal, harganya sebanding dengan cita rasa menu yang disajikan kok. :)

It’s Blue talking

Posted: 28 December 2010 in Atashi desu

Hey Em.. its been a while didn’t see you wrote this blog.
Seperti yg kukira sebelum pembuatan blog asal2an ini, aku tahu kamu bakal sangat moody nulis di sini.
See, udah berapa bulan lewat setelah terakhir kali kamu nulis (setelah absent jg berbulan-bulan sebelumnya)? Satu2nya fakta yg kutemukan selama kamu berhenti nulis adalah, kamu Emma , memang, sangat nggak berbakat menulis. This is the proof. Tapi aku ngga sampai kepikiran buat meng-euthanasia blog ini. Memang ngga akan ada yg rugi. Hidupmu nggak akan jauh berbeda dengan kehilangan satu kebiasaan nulis di blog (oh, sekarang kamu nyebut ini kebiasaan Em??). Ngga akan ada publisher yg berniat buat bikin buku dari blog-mu kalaupun mereka baca blog ini, toh kamu jg bukan Raditya Dika yang blognya bisa bikin ngakak orang banyak. Teman-temanmu pun mungkin ngga akan sadar kalo salah satu link dari blog teman lama mereka bakal ilang. Dan mereka mungkin lebih senang ngelihat status orang di Facebook atau nyampah di Twitter.

Tapi masalah lainnnya adalah, apakah setelah kamu membunuh blog ini kamu bakalan punya sesuatu yang bisa bikin hidupmu lebih…mmm berwarna? Well, I won’t say this blog colours your life but, at least you left something here that makes people know…that you’re alive. Whatever it is. How boring it is. How meaningless it is… It is exist.

So why don’t you just give this blog a… life? Meng-euthanasia itu berdosa lho…siapapun atau apapun korbannya, termasuk blog. Walaupun bisa diibaratkan hidup segan mati tak mau sih…hahah!
Come on Em…lets make it easier. You can make this blog as diary though. No, I don’t think you’ll let people know how cry-baby you are except me, hahaha. Or maybe if you’re not in a mood of writing, why don’t you put your photo in? let those photo tells people how’s your life. Atau kamu bisa nyampah ke aku lewat blog ini, gitu jg gapapa… Apapun asal jangan berhenti Em. Tapi keputusan di tanganmu sih…

Well whatever you’ll do about this blog, I just want you remember, you named it Truebluemma. The truth of Blue and Emma. You’ve created it. However I won’t let you stop in something you have start.
Learn to hold on and stick up with something if it’s good. Try to force your self if you have to.

Love,
Blue.

Mabok Bawang Bombay

Posted: 6 May 2010 in Nyummy...

Hari Sabtu kemaren sebagai awal mula hari magay (mati gaya) sedunia saya, dunia saya sendiri lho ya, saya mengawalinya dengan membusuk bersama salah seorang teman ke salah satu Mall di daerah Bendungan Hilir. Pertimbangannya adalah jarak dan aksesnya yg paling mudah dan dekat, jadi kami memilih menghabiskan malming di situ. Setelah berputar-putar keliling mall, kluar msuk toko buku, naik turun elevator, akhirnya kami kelaparan dan memutuskan untuk mencari makan. Membeli lebih tepatnya, hehe. Nah berhubung kantong kita sama-sama lagi kempes pilihan jatuh pada Solaria. Tapi kok rasanya tiap kali aku jalan bareng temanku yang satu ini, makannya selalu aja ke Solaria. Gak pas kuliah dulu, gak sekarang pas udah kerja, tetep aja. Terpikir untuk ganti suasana kuliner yang lain, tp yg terhitung masih ramah kantong, hehe.

Pilihan jatuh pada Rice Bowl. Yaah…walaupun kami sering mendengar menunya gak terlalu enak, tapi karena pertimbangan budget akhirnya kami kesitu jg. Berharap kokinya kesambet dan makanannya berubah jadi enak. XD Kami memesan….ah lupa namanya, pokoknya berbau-bau orange chicken, black pepper beef, dan Thai sauce chicken. Menu yang kami pilih dari indahnya penampakan masakan di daftar menu.

Datanglah itu masakan yang kami pesan. Lahaplah kami memakannya. Satu suap…dua suap…tiga suap… Lama-lama kalau aku perhatikan, sayur putih yang krenyes-krenyes ini kok rasanya menyengat ya… Batang sawi putihkah? Bawang bombaykah? Dan ternyata dari 3 menu yang kami pesan, semuanya didominasi bawang bombay setengah mateng!

Mabok bawang lah kami…. @_@ Bahkan setelah minum segelas penuh pun sendawa kami masih berasa bawang bombay. Sampe kosan setelah gosok gigi pun masih juga berasa bombay. Huaaaahhh hwah hwah hwahh!! Apa susahnya to numis bawang bombaynya agak lamaan?? Toh gas elpijinya ga beda jauh abisnya, huwh. Ini kedua kalinya aku mabok bawang. Pertama, gara-gara sukiyaki bikinan salah seorang teman, yang memang penyedapnya bawang bombay dan bawang daun semua. Kedua ya ini, bawang bombay setengah mateng. No no no…not anymore… gak dua kali aku ke Rice Bowl. Daripada mabok bawang ketiga kali??

Hari Sabtu yang lalu saking mati gayanya, aku melarikan diri ke kos teman KKN-ku dan menghabiskan week end bersama. Biasalah..week end ala cewek, ngerumpi, girls talk, jalan2, dsb. Dan tibalah kami di salah satu mall di Jakarta Selatan dan melihat billboard movie diatas. Kagetlah saya. Lha wong di billboardnya tertulis May 7 tp kok udah nangkring di billboard tanggal 2? Masa iya TwentyOne muter pilem bajakan? (hahaha…pikiran ngaco XD). Tp toh akhirnya saya nonton juga. Dengan melupakan kenaikan harga tiket untuk hari Minggu. Doooohh! (>.<)

Masih diperankan  oleh Robert Downey Jr sebagai Tony Stark, film ini masih gak lepas dari tingkah gebleknya si tokoh utama itu. Melanjutkan cerita dari film sebelumnya dimana Tony akhirnya memproklamirkan dirinya sebagai Iron Man, kali ini cerita dimulai dengan adegan dimana pemerintah Amerika tampaknya menganggap Tony mengembangkan senjata yang dapat mengancam keselamatan rakyat dengan pengetahuan dan teknologi yg dimilikinya, hingga Tony diminta untuk menyerahkan jantung dan baju kebesaran Iron Man-nya. apalagi salah satu rivalnya, si Justin Hammer jg mencari simpati dengan mendukung pemerintah. Jelaas..Tony gak mau nyerahin baju kebesarannya itu donk!

But its just the opening. Masalah sebenarnya adalah Tony harus mengahadapi kenyataan bahwa Palladium, reaktor inti yang membuat jantung buatannya itu berdegup, mulai gak efektif kerjanya. Dan kalau gak segera ditemukan penggantinya, tamatlah itu riwayat Iron Man karena racun Palladium. Padahal lagi tenar2nya yaak…huhuhu :( .

Taaapi tapi tapii…di puncak kejayaannya itu (yang mungkin diambang kejatuhannya jg), Tony juga harus menghadapi musuh baru yaitu putra dari rival ayahnya dari Rusia, Ivan Vanko (Mickey Rourke), yang juga mempunyai pengetahuan teknologi gak kalah yahud dari Tony. Ada dua aksi besar Tony melawan Ivan dalam baju besi mereka yang cukup keren. Pertama, waktu Tony berlaga di circuit F1 di Monaco yang mendadak dihajar dng sabetan cemeti listrik Ivan (jiahh cemeti…) hingga mobilnya terbelah dua. Aksi kedua, waktu final battle Tony Stark bersama sahabatnya, James Rhodes, melawan Ivan Vanko. Sayangnya final battle itu terasa terlalu singkat, padahal kolaborasi Tony dan Rhodey keren banget waktu itu.

Kisah manis Tony dan sekretaris pribadinya Pepper Potts (diperankan Gwyneth Palthrow) masih mewarnai film ini. Namun yagn tak kalah menariknya adalah kehadiran Natasha Romanoff, salah satu agen SHIELD (dimainkan si seksi Scarlett Johanssen) yang sempat sedikit mengalihkan perhatian Tony dari Pepper.

Well…overall, this movie is still worth seeing, walaupun ditengah-tengah film agak sedikit membosankan. Special effects-nya kok, dan yang pasti superhero-nya tetep narsis dan…geblek. Hahaha, tonton aja deh! ^^

Another New Chapter

Posted: 30 April 2010 in Atashi desu

Selamat pagi semuanya!

Sekedar pengumuman gak penting sih…  Mulai awal April 2010 lalu saya resmi meninggalkan kota swasemabda beras yang terkenal dengan goyang dangdutnya Lilis Karlina, hahahha. Gara2 banjir, masa kontrak kerja yang habis, dan hal lainnya akhirnya saya memilih untuk menambah lagi padatnya jumlah penduduk Jakarta. Mencoba memulai babak baru di kota baru, atmosfir baru, manusia-manusia baru, tantangan baru, dan yang pastinya sangat lebih banyak membutuhkan perjuangan.

Semoga yang kudapat di babak sebelumnya menjadi bekal yang cukup untuk babak baru ini dan seterusnya. Amin.